Sabtu, 08 Desember 2012

PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERKECAMBAHAN


DAFTAR ISI

BAB I                     PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG………………………………………………           
B.      RUMUSAN MASALAH……………………………………………         
C.      TUJUAN PENELITIAN……………………………………………              
D.      BATASAN MASALAH……………………………………………              
BAB II                    TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………...     
   
BAB III                   METODE PENELITIAN
A.      RANCANGAN PENELITIAN……………………………………          
B.      TEKNIK PENGUMPULAN DATA………………………………
C.      TEKNIK ANALISIS DATA………………………………………
            
BAB IV                  HASIL PENELITIAN
                                TABEL HASIL PENELITIAN…………………………………
          
BAB V                    PEMBAHASAN………………………………………………
              
BAB VI                  PENUTUP
A.      KESIMPULAN……………………………………………………               
B.      SARAN……………………………………………………………

                


BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Semua makhluk hidup baik manusia,hewan, dan tumbuhan mengalami proses tumbuh dan berkembang.. Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan jumlah dan atau ukuran sel dan tidak dapat kembali ke bentuk semula (irreversible). Sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan/ pematangan. Perkembangan tidak dapat diukur, tetapi hanya dapat diamati. Kedua proses tersebut  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam siklus kehidupan Makhluk Hidup, yang mana berjalan dengan selaras dan simultan.
Misalnya saja pada tanaman kacang hijau. Jika kita perhatikan, biji kacang hijau sekecil itu jika disimpan pada tempat yang lembab dan basah, biji tersebut dapat tumbuh menjadi kecambah. Mula-mula kita akan melihat pertumbuhan bakal akar yang tumbuh ke arah bawah biji. Lama-kelamaan, bakal akar tersebut terus memanjang bahkan mampu mengangkat biji dari permukaan tanah.  Perkembangan selanjutnya ditandai oleh membukanya kulit biji dan kedua keping biji yang terbentuk seperti daun.
Jika kita amati lebih lama, pertumbuhan yang terjadi pada biji tersebut akan terus terjadi seperti bertambahnya tinggi tanaman dan terbentuknya helaian daun baru. Sungguh besar kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, biji sekecil itu dapat tumbuh menjadi tumbuhan utuh. Perubahan yang terjadi pada tumbuhan tersebut menandakan bahwa tumbuhan mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Dalam siklus hidupnya, tanaman mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dipengaruhi oleh beberapa factor baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah cahaya.
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Bagi manusia , hewan dan tumbuhan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau biasanya berwarna kekuningan ). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan – tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.

Oleh sebab itu karena rasa keingintahuan besar kami memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam kegiatan praktikum dan pembuatan proposal ini. Kami ingin membuktikan dengan melakukan praktikum dan melihat sendiri bahwa teori yang sudah ada itu benar.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah pengaruh cahaya terhadap tumbuhan ?
2.      Bagaimanakah keadaan grafik pertumbuhan di tempat gelap dibandingkan dengan di tempat yang terang ?

C.     TUJUAN PENELITIAN
1.      Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau.
2.      Untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau di tempat yang gelap dan terang

3.      BATASAN MASALAH
Pada penelitian kali ini, kami hanya meneliti tentang sejauh mana pengaruh cahaya terhadap  pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau.


4.      MANFAAT PENELITIAN
1.      Bagi siswa
·         Dapat mengembangkan sifat ilmiah siswa.
·         Menambah pengetahuan dan pengalaman siswa dalam materi pertumbuhan dan perkembangan.
2.      Bagi Pembaca
·         Dapat menambah wawasan khususnya tentang materi Pertumbuhan dan Perkembangan
3.      Bagi Sekolah/lembaga
·         Dapat menambah khasanah kepustakaan dan dapat dijadikan bahan kajian lebih lanjut.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA



A.    KLASIFIKASI KACANG HIJAU

KACANG HIJAU
Phaseolus radiatus L.


Nama umum
Indonesia:
Kacang hijau
Pilipina:
Balatong
Cina:
chi xiao dou

Kacang Hijau
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Fabales
                             Famili:
Fabaceae (suku polong-polongan)
                                 Genus:
Phaseolus
                                     Spesies: Phaseolus radiatus L.

Kerabat Dekat
Kacang Ruji, Kacang Emas, Buncis
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Bagian paling bernilai ekonomi adalah biji dan kecambahnya.
Di dalam kacang hijau terdapat berbagai kandungan, antara lain :   
1.  protein (memperkuat daya tahan tubuh).  
2.  kalsium dan fosfor (memperkuat tulang). 
3.  vitamin B1 (membantu proses pertumbuhan dan menghasilkan energi).  
4.  vitamin B2 (membantu penyerapan protein dalam tubuh).           
 5. vitamin E (membantu meningkatkan kesuburan). 
 6. zat besi (membantu pembentukan sel darah merah.          
 7. magnesium (menjaga fungsi otot dan syaraf) dan rendah lemak. 
 8. terdapat antioksidan yang berguna bagi tubuh.

B.     PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel pada suatu organism yang diikuti dengan peningkatan ukuran volume, tinggi, atau berat pada makhluk hidup. Proses pertumbuhan bersifat irreversible atau tidak dapat kembali pada keadaan semula. Pertumbuhan pada tumbuhan dapat diukur dengan auksanometer.
Contoh proses pertumbuhan pada tumbuhan adalah:
a) Penambahan tinggi tanaman
b) Penambahan diameter batang
c) Penambahan jumlah daun
d) Penambahan luas akar

Terdapat dua macam pertumbuhan pada tumbuhan yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan sebagai hasil pembelahan sel-sel pada jaringan meristem primer. Sebaliknya, pertumbuhan sekunder merupakan hasil aktifitas jaringan meristem sekunder berupa cambium dan cambium gabus.
A.    Pertumbuhan primer
Pertumbuhan primer pada tumbuhan hanya terjadi pada bagian tertentu saja, yaitu pada bagian yang aktif membelah dan tumbuh saja, karena tidak semua sel pada tumbuhan selalu mengalami pembelahan. Bagian tersebut disebut jaringan meristem. Pada jaringan meristem terdapat bagian titik tumbuh akar dan titik tumbuh batang.
 Terjadi sebagai hasil pembelahan sel jaringan meristem primer dan berlangsung pada embrio,bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
• Tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
• Akar embrionik yaitu calon akar
• Kotiledon yaitu cadangan makanan

Pertumbuhan terdapat tiga daerah berdasarkan aktifitasnya yaitu:
o Daerah pembelahan
   Sel-sel daerah ini aktif membelah(meristematik)
o Daerah pemanjangan
   berada dibelakang daerah pembelahan
o Dearah diferensiasi
   Sel sel mengalami diferensiasimembentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan tunas lateral yang akan menjadi cabang.

B. Pertumbuhan sekunder
      Merupakan aktivitas sel sel meristem sekunder yaitu cambium dan cambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae, dan menyebabkan membesarnya ukuran ( diameter) bagian batang tumbuhan.
Perkembangan adalah adalah proses untuk mencapai kematangan fungsi organisme. Perkembangan merupakan perubahan dalam bentuk dan kompleksitas yang terjadi selama pertumbuhan. Perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan pada makhluk hidup. Proses ini bersifat kualitatif artinya tidak dapat dinyatakan dengan bilangan melainkan terjadi perubahan fungsional organism menjadi lebih sempurna. Suatu makhluk hidup dikatakan sudah dewasa apabila alat perkembangannya secara seksual telah berfungsi, misalnya tumbuhan dikatakan sudah dewasa apabila telah mampu berbunga,
Contoh proses perkembangan yaitu :
a) Pembungaan
b) Perkecambahan
c) Penuaan
d) Pematangan buah

Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan adalah :
Pertumbuhan
1.       Bertambahnya ukuran
2.       Bersifat kuantitatif
3.       Irreversible
4.       Dapat diukur dengan alat : auksanometer

Perkembangan
1.      Suatu proses menuju kedewasaan
2.       Bersifat kualitatif
3.      Reversible
4.      Tidak dapat diukur

 Pertumbuhan dan perkembangan sering juga disebut morfogenesis. Pertumbuhan diikuti dengan perkembangan yang merupakan proses yang saling terkait dan berjalan secara simultan. Pertumbuhan dan perkembangan suatu organism tingkat tinggi, misalnya tumbuhan berbiji, merupakan peristiwa yang sangat kompleks. Dari yang awalnya masih berbentuk dan keadaan yang sederhana misalnya bakal biji dan bakal buah.  Selanjutnya, terjadi perubahan morfologi dan fisiologi melalui proses perkecambahan, lalu terus mengalami pertumbuhan sampai akhirnya menjadi tumbuhan dewasa yakni yang dapat menghasilkan biji kembali sebagai bakal tumbuhan baru.
Ambil contoh tumbuhan angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Tumbuhan ini mengalami pembuahan ganda. Pembuahan ganda menghasilkan zigot dan endosperm. Setelah terjadi pembuahan ganda, bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah yang melindungi biji.



PERKEMBANGAN BAKAL BIJI
Bakal biji akan tumbuh dan berkembang menjadi biji. Di dalam bakal biji terdapat zigot dan endosperm. Zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio.
Perkembangan endosperm
Endosperm tumbuh dan berkembang lebih dahulu dibandingkan pertumbuhan dan perkembangan embrio. Endosperm kaya akan cadangan makanan. Cadangan makanan tersebut digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada sebagian besar tumbuhan monokotil, endosperm berisi cadangan makanan yang dapat digunakan sampai terjadinya perkecambahan. Sedangkan pada beberapa tumbuhan dikotil, cadangan makanan diberikan kepada kotiledon atau daun biji sebelum biji tersebut tumbuh dan berkembang lebih lanjut.
Perkembangan embrio
Pertumbuhan dan perkembangan embrio diawali dengan pembelahan zigot secara mitosis yang menghasilkan sel basal dan sel terminal. Sel basal berkembang menjadi suspensor. Suspensor befungsi sebagai penghubung antara embrio dan kulit bakal biji, serta mengalirkan nutrient dari tumbuhan induk atau dari endosperm. Sel terminal berkembang menjadi proembrio yang melekat pada suspensor. Kotiledon mulai berkembang membentuk tonjolan pada proembrio yang diikuti oleh perkembangan embrio. Selanjutnya embrio berkembang membentuk ujung batang dan ujung akar.
Selama pematangan biji, biji mengalami pengurangan kandungan air hingga hanya 5%-15% dari berat keseluruhan biji. Embrio berhenti berkembang hingga biji mengalami perkecambahan. Biji yang telah matang mengandung embrio yang dikelilingi kotiledon, endosperm atau keduanya. Biji dilindungi oleh kulit biji.
Pada tumbuhan monokotil memiliki satu kotiledon yang disebut skutelum. Skutelum sangat tipis dan letaknya tertekan oleh endosperm. Skutelum menyerap nutrient dari endosperm selama proses perkecambahan. Embrio pada monokotil dikelilingi oleh koleoriza yang melindungi calon akar dan koleoptil yang melindungi calon batang. Sedangkan pada tumbuhan dikotil memiliki dua kotiledon. Saat perkembangan embrio tumbuhan dikotil, akan terbentuk epikotil yang terletak di atas kotiledon dan hipokotil yang terletak di bawah kotiledon. Di ujung epikotil terdapat ujung batang dan sepasang calon daun yang disebut plumula.

PERKEMBANGAN BAKAL BUAH
Buah terjadi setelah terjadi penyerbukan. Penyerbukan ini kemuadian merangsang hormone yang menyebabkan bakal buah berkembang. Dinding bakal buah lalu berkembang menjadi perikarp yaitu dinding buah yang paling tebal. Bersamaan dengan itu, bagian bagian bunga yang lain gugur. Jika pada suatu bunga tidak mengalami penyerbukan, maka buah akan berkembang dan semua bagian bunga gugur dari tangkainya.

PERKECAMBAHAN
Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai. Proses perkecambahan ini memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang memadai, persediaan oksigen yang cukup, kelembapan, dan cahaya. Struktur  biji yang berbeda antara tumbuhan monokotil dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah yang berbeda pula. Pada tumbuhan monokotil, struktur kecambah meliputi radikula, akar primer, plumula, koleoptil, dan daun pertama. Sedangkan, pada kecambah tumbuhan dikotil terdiri atas akar primer, hipokotil, kotiledon, epikotil, dan daun pertama.
Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epigeal dan hipogeal.
a. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan tanah karena terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke atas.
b. Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon tetap berada di bawah tanah, sedangkan plumula keluar dari permukaan tanah disebabkan pertumbuhan epikotil yang memanjang ke arah atas.
Kacang hijau adalah salah satu contoh tanaman yang memiliki tipe perkecambahan epigeal, karena kotiledonnya terangkat ke atas.


C.     FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar tumbuhan. Faktor dalam adalah semua faktor yang terdapat dalam tubuh tumbuhan antara lain faktor genetik yang terdapat di dalam gen dan hormon. Gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia dalam sel. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan, hormon merupakan senyawa organik tumbuhan yang mampu menimbulkan respon fisiologi pada tumbuhan.
Faktor luar tumbuhan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu factor lingkungan berupa cahaya, suhu, oksigen dan kelembapan.

FAKTOR INTERNAL
      a. Gen 
            Gen merupakan dasar faktor internal yang paling tidak bisa ditawar karena  setiap mahluk hidup tentu saja memiliki gen yang berbeda satu sama lain. Gen merupakan unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA menyandi protein, polipeptida atau seuntaian DNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya. Tentu saja dalam DNA ini telah disandi sebagaimana rupa yang menentukan bentuk dan pewarisan sifat dari induknya. Jadi kalau yang mengontrol seluruh pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ini. 

   b. Hormon
        Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Dalam pertumbuhan ini peran hormon ini sangatlah penting. berikut adalah daftar hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. berikut adalah beberapa hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman.    


1. Auksin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Auksin
Mendorong perpanjangan batang, pertumbuhan akar, differensiasi sel dan percabangan, pertumbuahan buah, dominasi epikal, fototropisme, geotropisme.
Dihasilkan pada embrio dalam biji, meristem batang dan daun daun muda.

         Ada beberapa jenis auksin, antara lain adalah auksin A dan auksin B. Sebenarnya auksin A itu serupa dengan auksin B hanya berbeda pada kandungan airnya. Auksin A memeliki kandungan air yang lebih banyak yaitu sekitar 1 mol  air leih banyak dari pada auksin B. Selain itu, ada zat yang disebut dengan heteroauksin yang kemudian di ketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Semakin jauh dari ujung tumbuhan konsentrasi auksin ini akan semakin menyusut.


2. Giberelin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Giberelin
Mendorong pertumbuhan tinggi tanaman, mempengaruhi perpanjangan sel dan pembelahan sel.s erta pertumbuhan pada akar daun dan bunga serta buah.
Di produksi oleh meristem batang, meristem akar, daun muda dan embrio.

            Giberelin di temukan oleh Eiichi Kurosawa pada tahun 1926. Giberilin merupakan suatu zat yang diperoleh dari suatu jenis jamur yang hidup sebagai parasit pada padi di Jepang, yaitu jamur Gibberella fujikkuroi. Tanaman padi yang terserang oleh jamur tersebut mengalami pertumbuhan yang abnormal.   

3. Asam traumalin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Asam Traumalin
Mampu memperbaiki kerusakan atau regenerasi sel pada luka yang terjadi pada tubuh tumbuhan baik pada daun, batang ataupun akar.

          Pertama kali dipelajari oleh Haberland. Pada percobaan yang dia lakukan, jaringan tanaman dilukai kemudian di cuci bersih, ternyata bekas bidang luka tidak membentuk jaringan baru. Pada jaringan luka tersebut yang dibiarkan akan terbentuk jaringa baru di dekat luka tersebut.
 
4. Kalin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Kalin
Hormon yang mempengaruhi pembentukan organ pada tumbuhan

Hormon kalin dibedakan menjadi  4 macam:
a. Rizokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan akar, identik dengan vitamin B.           
b. Kaulokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan batang.
c. Filokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan daun.      
d. Antokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan pada bunga.     

5. Asam Absisat
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Asam Absisat
Menghambat pertumbuhan, menutup stomata selama kekurangan air, menunda pertumbuhan.
Disintesis pada daun, buah, batang dan biji.

Asam Abscisat (ABA) adalah penghambat (inhibitor) pertumbuhan merupakanlawan dari giberelin dan auksin. Hormon ini memaksa dormansi, mencegah biji dariperkecambahan dan menyebabkan rontoknya daun, bunga dan buah. Secara alamitingginya konsentrasi asam abscisat ini dipicu oleh adanya stress oleh lingkunganmisalnya kekeringan. Hormon ini dibentuk pada daun-daun dewasa.
6.Gas Etilen
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Gas Etilen
Mendorng pemasakan buah dan menyebabkan penebalan pada batang.
Diproduksi oleh jaringan buah masak, diruas batang dan jaringan tua.

          Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. Etilendisintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. Selainetilen yang dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik, yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). Etilen sintetik ini sering di gunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah. Oleh karena itu buah yang tua sering diletakkan ditempat tertutup (diperam) agar cepat masak.

         Etilen merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. senyawaini memaksa pematangan buah, menyebabkan daun tanggal dan merangsang penuaan.Tanaman sering meningkatkan produksi etilen sebagai respon terhadap stress dansebelum mati. Konsentrasi etilen fluktuasi terhadap musim untuk mengatur kapanwaktu menumbuhkan daun dan kapan mematangkan buah.Selain memacu pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji, menebalkanbatang, mendorong gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.Selain itu, etilen menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasiakar, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.
7. Sitokinin
Sitokinin adalah hormone yang berperan dalam pembelahan sel atau yang disebut sitokinesis. Fungsi sitokinin yaitu :
-          Merangsang pembentukan akar dan batang serta pembentukan cabang akar dengan menghambat dominasi apical.
-          Mengatur pertumbuhan daun dan pucuk.
-          Memperbesar daun muda.
-          Mengatur pembentukan bunga dan buah.
-          Menghambat proses transportasi garam-garam mineral dan asam amino ke daun.
FAKTOR EKSTERNAL



1.      Temperatur (suhu)
Setiap proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan selalu dipengaruhi oleh temperature atau suhu lingkungannya. Temperature akan mempengaruhi proses fotosintesis, respirasi, dan transpirasi pada tumbuhan. Temperature yang tinggi akan mempengaruhi kandungan air pada jaringan tumbuhan sehingga tumbuhan akan meningkatkan proses transpirasi atau penguapan air yang biasanya terjadi pada daun. Selain itu temperature juga mempengaruhi kerja enzim dalam tubuh tumbuhan yang bekerja pada proses metabolism.
Agar pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan optimal, maka diperlukan adanya suhu ideal yang disebut temperatur optimum. Di Indonesia pada daerah tropis temperature optimum tumbuhan berkisar antara 22o - 37o C, di daerah dingin atau kutub temperatur optimumnya akan lebih rendah daripada daerah tropis dan sebaliknya di daerah panas seperti hutan pasir akan lebih tinggi dari daerah tropis.

2.      Cahaya Matahari
Cahaya matahari mempunyai pengaruh terhadap perkecambahan tumbuhan. Tetapi banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan oleh tiap-tiap tumbuhan itu berbeda-beda. Beberapa peneliti telah memperlihatkan bahwa biji yang peka terhadap cahaya tidak akan berkecambah dibawah kanopi daun. Cahaya sendiri memiliki suatu intensitas, kerapatan pengaliran atau intensitas menunjukkan pengaruh primernya terhadap fotosintesis dan pengaruh sekundernya pada morfogenetika pada intensitas rendah, tetapi sebagian memerlukan energi yang lebih besar.
Adanya penyinaran sinar matahari akan menimbulkan cahaya yang dibutuhkan untuk :
• Pembentukan zat warna hijau (chlorophyll)
• Pertumbuhan tanaman dan kwalitas produksi. Tanaman yang kurang cahaya matahari pertumbuhannya lemah, pucat dan memanjang.
Ketersediaan cahaya bagi pertumbuhan tanaman sangat bermanfaat dalam proses :
-          Perkecambahan
-          Perpanjangan batang
-          Membukanya hipokotil
-          Perluasan daun
-          Dormansi tunas
-          Sintesis klorofil
-          Gerakan batang
-          Gerakan daun 
-          Pembukaan bunga
Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi.
Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.
Setiap tumbuhan mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap periode penyinaran cahaya matahari, yang disebut fotoperiodisme. Di daerah yang beriklim sedang akan mengalami empat musim sehingga tumbuh-tumbuhan akan mengalami penyinaran yang bervariasi setiap musim.
Berdasarkan respon tumbuhan terhadap periode penyinaran inilah, tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi: tumbuhan berhari pendek, tumbuhan berhari netral, dan tumbuhan berhari panjang
a. Tumbuhan berhari pendek             
Tumbuhan berhari pendek merupakan tumbuhan yang dapat berbunga ketika periode gelap lebih panjang dari pada pencahayaan. Misalnya bunga dahlia, aster, strawberi, krisan.
b. Tumbuhan berhari netral
Tumbuhan berhari netral merupakan tumbuhan berbunga yang tidak dipengaruhi oleh lamanya/panjangnya hari penyinaran. Misalnya bunga matahari, mawar, dan kipas.
c. Tumbuhan berhari panjang
Tumbuhan berhari panjang merupakan tumbuhan yang berbunga ketika periode pencahayaan lebih lama/panjang daripada periode gelap. Misalnya bayam, selada, kentang, dan gandum.

3.      Air
Air merupakan senyawa yang sangat  penting dalam menjaga tekanan turgor dinding sel. Air berperan di dalam melarutkan unsur hara dalam proses penyerapan. Fungsi air dalam tumbuhan adalah :
-          Menentukan laju fotosintesis
-          Sebagai pelarut universal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
-          Menentukan proses transprtasi unsure hara yang ada di dalam tanah
-          Mengedarkan hasil-hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan
-          Sebagai medium reaksi kimia (metabolism) dalam sel.
Air dibutuhkan tumbuhan sebagai pelarut bagi kebanyakan reaksi dalam tubuh tumbuhan dan sebagai medium reaksi enzimatis. Sebagai pelarut, air juga memengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung memengaruhi laju metabolisme. Kekurangan air pada tanah menyebabkan terhambatnya proses osmosis. Proses osmosis akan terhenti atau berbalik arah yang berakibat keluarnya materi-materi dari protoplasma sel-sel tumbuhan, sehingga tanaman kering dan mati.
4.      pH
Derajat keasaman atau pH tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Contohnya tanah yang bersifat asam terhadap tanah padsolik merah kuning (PMK), agar tanaman dapat tumbuh dengan baik maka jenis tanah ini ditambahkan keasaman dengan pengapuran.
5.      Oksigen
Oksigen merupakan factor pembatas pada setiap organism. Kondisi ini juga berlaku untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Konsentrasi oksigen sangat ditentukan oleh medium tempat tumbuhan berada. Bagian akar tumbuhan memerlukan aerasi yang baik untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Dengan dasar itulah petani sering menggemburkan tanaman mereka secara berkala. Aerasi yang baik mampu meningkatkan proses respirasi akar untuk mengedarkan unsure-unsur hara yang ada di dalam tanah ke bagian daun.
6.      Nutrisi
Nutrisi terdiri atas unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan.
Nutrisi umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan kation, sebagian lagi diambil dari udara. Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak disebut unsur makro (C, H, O, N, P, K, S, Ca, Fe, Mg). Adapun unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsure mikro (B, Mn, Mo, Zn, Cu, Cl). Jika salah satu kebutuhan unsur- unsur tersebut tidak terpenuhi, akan mengakibatkan kekurangan unsur yang disebut defisiensi. Defisiensi mengakibatkan pertumbuhan menjadi terhambat.
Setiap unsur yang dibutuhkan tumbuhan memiliki peranan dan menimbulkan gejala tertentu apabila terjadi kekurangan atau kelebihan. Berikut ini beberapa unsur yang dibutuhkan tumbuhan beserta fungsinya, dan gejala yang timbul apabila kekurangan unsur tersebut.
a. Nitrogen (N) merupakan komponen struktural protein, asam nukleat, hormon, dan enzim. Gejala kekurangan N, yaitu pertumbuhan terhambat (tumbuhan menjadi kerdil), serta daun menjadi pucat dan kuning.
b. Kalium (K) berfungsi untuk mengatur keseimbangan ion di dalam sel serta merupakan kofaktor enzim dan berperan di dalam metabolism karbohidrat. Gejala kekurangan kalium, yaitu perubahan karbohidrat terhambat dan daun berwarna kuning.
c. Fosfor (P) merupakan penyusun fosfolipid asam nukleat dan ATP (adenosin triposfat). Gejala kekurangan P, yaitu pertumbuhan terhambat dan daun berwarna hijau tua serta ada bagian yang mati.
d. Sulfur (S) merupakan komponen asam amino, sistein, metionin, dan beberapa vitamin. Gejala kekurangan S, yaitu daun menjadi kuning.
e. Magnesium (Mg) merupakan penyusun klorofil dan kofaktor beberapa enzim. Gejala kekurangan Mg, yaitu klorosis, daun menguning dan kering mulai dari ujung.
f. Kalsium (Ca) berfungsi untuk mempertahankan permeabilitas membrane plasma dan menyusun asam pekat dalam lamela tengah (middle lamela). Gejala kekurangan Ca, yaitu pertumbuhan terhambat karena lamella tengah tidak terbentuk sehingga pembelahan sel terganggu.
g. Besi (Fe) berperan dalam pembentukan klorofil dan merupakan bagian terpenting dari enzim sitokrom, peroksidase, dan katalase. Gejala kekurangan Fe, yaitu klorosis, helai daun menguning.
h. Boron (B) belum diketahui fungsinya secara jelas, diduga berperan dalam transpor glukosa. Gejala kekurangan B, yaitu ujung-ujung batang mengering dan rusak.
i. Mangan (Mn) merupakan kofaktor enzim pernapasan, fotosintesis, dan metabolisme nitrogen. Gejala kekurangan Mn, yaitu daun berwarna pucat (klorosis).
j. Seng (Zn) berperan dalam sintesis asam amino serta merupakan oktivator enzim dehidroginase. Gejala kekurangan Zn, yaitu pertumbuhan terhambat.
k. Tembaga (Cu) berperan dalam transfer elektron di dalam kloroplas dan merupakan bagian dari enzim reaksi oksidasi-reduksi. Gejala kekurangan Cu, yaitu daun-daunan berguguran dan ujung daun menjadi kisut.
l. Molibdenum (Mo) merupakan bagian dari enzim pereduksi nitrat dan fiksasi nitrogen. Gejala kekurangan Mo, yaitu pertumbuhan terhambat.
Pengetahuan tentang berbagai nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dimanfaatkan oleh para petani untuk bercocok tanam secara hidroponik, seperti tanam dengan air yang mengandung nutrien tertentu sebagai medium tanam. Banyak industri pertanian yang berkembang pesat berawal dari hidroponik.



BAB III
METODE PENELITIAN



A.    RANCANGAN PENELITIAN
Penelitian ini di rancang secara kuantitatif dan kualitatif, penelitian secara kuantitatif di dapat dari hasil pengukuran tinggi batang dan lebar daun, penelitian secara kualitatif di dapat dari fisik tumbuhan.
Dalam penelitian ini populasi , sampel dan variabel adalah sebagai berikut :
a.       Populasi dan sampel
Populasi = 100 biji kacang hijau
Sampel = 20 biji
b.      Variabel
Variable dalam peneelitian kali ini terdiri dari
1.      Variable bebas adalah cahaya
2.      Variable terikat pertumbuhan tanaman kacang hijau
3.      Control  suhu, kelembapan, air, nutrisi
A.    ALAT
-          Cutter/pisau
-          Pulpen
-          Gelas ukur
B.     BAHAN
-          Tanah
-          Biji kacang hijau
-          Air
-          Bilah lidi
-          Kertas
-          Gelas plastik

C.     CARA KERJA
1.      Merendam 100 biji populasi kacang hijau dalam air selama 6 – 10 jam.
2.      Membeeri bebepara lubang menggunakan cutter  pada gelas plastic.
3.      Menggemburkan tanah dan masukan ke dalam gelas plastik.
4.      Menyediakan 20 lidi setinggi 10 cm, lalu tempel kertas yang sudah di beri nomor pada ujung lidi
5.      Setelah  populasi biji kacang hijau selesai di rendam, mengambil 20 sampel biji kacang hijau untuk di teliti.
6.      Mengambil 10 sampel untuk di tanam pada wadah yang pertama, dan 10 sampel untuk wadah yang kedua, lalu di samping  masing-masing  sampel  ditancapkan sebuah lidi yang sudah di beri nomor sebagai penanda.
7.      Meletakan wadah yang pertama di tempat yang terang atau yang terkena sinar matahari.
8.      Meletakan wadah yang kedua di tempat gelap, yang tidak terkena sinar matahari.
9.      Menyirami setiap hari masing-masing sampel  dengan air dengan ukuran yang sama.
10.  Mengukur  panjang/tinggi sampel kacang hijau pada kedua tempat tersebut setiap hari selama 6 hari, lalu membuat rata-rata tingginya.
11.  Mengamati perbedaan-perbedaan yang terjadi antara tanaman di dalam wadah A (gelap) dan B (terang).

B.     TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Ada dua jenis data, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
a.       Data kualitatif tidak memerlukan perhitungan matematis sebab data tersebut sudah memiliki makna untuk menafsirkan hasil penelitian dalam percobaan yang lakukan, misalnya kapan mulai tumbuh akar; kapan kotiledon menyusut (kondisi kotiledon); kapan tumbuh daun pertama, warna daun dan batang serta lembek atau kerasnya batangdan akar  serta banyak sedikitnya akar .
b.      Data kuantitatif merupakan data memerihal, belum bermakna, maka perlu pengolahan dan analisis, antara lain dengan statistic yakni mengenai panjang batang, lebar daun dan panjang akar. Data kuantitatif dalam percobaan ini adalah ukuran tinggi kecambah.
Untuk mengumpulkan data tersebut kita bisa menggunakan tabel agar kita lebih mudah menyusun,mengetahui dan membandingkan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada biji kacang hijau, dengan tabel sebagai berikut :
Tabel Kuantitatif
Tinggi Batang
Wadah A (Tempat Gelap)
Hari ke-
Biji kacang hijau ke -
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1











2











3











4











5











6











Mean











Median











Modus












Wadah B (Tempat Terang)
Hari ke-
Biji kacang hijau ke -
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1











2











3











4











5











6











Mean











Median











Modus













Lebar Daun
Wadah A (Tempat Gelap)
Hari ke-
Biji kacang hijau ke -
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1











2











3











4











5











6











Mean











Median











Modus












Wadah B (Tempat Terang)
Hari ke-
Biji kacang hijau ke -
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1











2











3











4











5











6











Mean











Median











Modus












Kualitatif :
Komponen
Warna Daun
Warna Batang
Keras Lembek Batang
Banyaknya akar
Gelap




Terang





C.     TEKNIK ANALISIS DATA
Data yang telah diamati nantinya akan disusun sesuai topik kajian.Kemudian dilakukan penyusunan berdasarkan data yang telah dipersiapkan secara logis dan sistematis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif argumentative sederhana.







BAB IV
HASIL PENELITIAN
TABEL
Tinggi Batang
Wadah A (Tempat Gelap)
Hari ke-
Biji kacang hijau ke -
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
0,5
0,3
0,4
0,4
0,3
0,1
0.4
0,5
0,6
0,3
0.36
2
0,6
0,4
0,5
0,6
0,5
0,2
0,6
0,6
0,7
0,5
0.7
3
2,5
5,3
4,2
6,2
5,6
5,2
5,5
2,8
3,2
5,1
4.56
4
4
12
9,6
13,5
11,5
13,5
12,5
4
7
13,2
10.08
5
9
21
17,7
23,5
21
22
22,5
7
17,4
19,5
18.06
6
9
22,8
23,4
24
29,5
30,3
29,7
11,5
22,8
20,2
22.32
Mean
1,5
3,8
3,9
4
4,9
5,05
4,95
1,92
3,8
3,36
3.718
Modus
9
21
17,7
23,5
21
22
22,5
7
17,4
19,5
18.06

Wadah B (Tempat Terang)
Hari ke-
Biji kacang hijau ke -
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
0,2
0,1
0,1
0,1
0,3
0,1
0,2
0,1
0,3
0,1
0.16
2
0,3
0,2
0,3
0,2
0,5
0,2
0,3
0,2
0,4
0,2
0.28
3
1,3
1,4
1
1,2
1
1,3
1,2
1,2
1,1
1
1.17
4
1,4
5
2,5
5,2
3,6
4
4,8
3
3,5
4,5
3.39
5
2,5
7
5,5
7,5
6,8
6,2
6
8,4
5,9
8
6.38
6
3,7
8,3
8,2
9,3
7,4
8,9
6,6
6,8
7
8,7
7.49
Mean
o.6
1,38
1.36
1,55
1.23
1.48
1.1
1.13
1.16
1.45
1.244
Modus
2,5
7
5,5
7,5
6,8
6,2
6
8,4
5,9
8
6.38




Lebar Daun
Wadah A (Tempat Gelap)
Hari ke-
Biji kacang hijau ke -
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
3
-
0,4
0,6
0,4
0,6
0,5
0,4
-
0,6
0,3
0.38
4
-
0,8
0,8
1
1
1
1
0,6
0,7
1
0.89
5
0,3
1,5
1,3
1,3
1,2
1,4
1,3
1
0,8
1,4
1.04
6
0,4
1,8
1,6
1,7
1,6
1,8
1,7
1,3
1
1,8
1.37
Mean
0.07
0.3
0,1
0,28
0,27
0.3
0,28
0.21
0,17
0.3
0.228

Wadah B (Tempat Terang)
Hari ke-
Biji kacang hijau ke -
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
3
-
0,3
-
0,2
0,4
-
0,3
0,2
-
0,1
0.15
4
-
0,8
-
1
1
-
1
0,6
-
1
0.54
5
0,3
1,5
0,3
1,3
1,2
0,9
1,3
1
-
1,4
0.92
6
1
1,3
1,3
1,3
1,2
1,7
1,4
1,2
1,4
1,8
1.36
Mean
0,17
0.22
0.22
0.22
0.2
0.28
0.23
0.2
0.23
0,3
0.227


Kualitatif :
Komponen
Warna Daun
Warna Batang
Keras Lembek Batang
Banyaknya akar
Gelap
Kuning pucat
Putih
Lembek
Banyak serabut akar tapi pendek
Terang
Hijau tua
Merah kehijauan
Keras
Banyak cabang akar dan panjang





BAB V
PEMBAHASAN
Þ    Pada hari pertama
Terang
1.      Biji 1 sudah tumbuh setinggi 0,2 cm,namun belum mempunyai daun.
2.      Biji 2 sudah tumbuh setinggi 0,3 cm,namun belum mempunyai daun.
3.      Biji 3 sudah tumbuh setinggi 0,4 cm,namun belum mempunyai daun.
4.      Biji 4 sudah tumbuh setinggi 0,1 cm,namun belum mempunyai daun.
5.      Biji 5 sudah tumbuh setinggi 0,3 cm,namun belum mempunyai daun.
6.      Biji 6 sudah tumbuh setinggi 0,1 cm,namun belum mempunyai daun.
7.      Biji 7 sudah tumbuh setinggi 0,2 cm,namun belum mempunyai daun.
8.      Biji 8 sudah tumbuh setinggi 0,1 cm,namun belum mempunyai daun.
9.      Biji 9 sudah tumbuh setinggi 0,3 cm,namun belum mempunyai daun.
10.  Biji 10 sudah tumbuh setinggi 0,1 cm,namun belum mempunyai daun.
Gelap
1.      Biji 1 sudah tumbuh setinggi 0,5 cm,namun belum mempunyai daun.
2.      Biji 2 sudah tumbuh setinggi 0,3 cm,namun belum mempunyai daun.
3.      Biji 3 sudah tumbuh setinggi 0,4 cm,namun belum mempunyai daun.
4.      Biji 4 sudah tumbuh setinggi 0,4 cm,namun belum mempunyai daun.
5.      Biji 5 sudah tumbuh setinggi 0,3 cm,namun belum mempunyai daun.
6.      Biji 6 sudah tumbuh setinggi 0,1 cm,namun belum mempunyai daun.
7.      Biji 7 sudah tumbuh setinggi 0,4 cm,namun belum mempunyai daun.
8.      Biji 8 sudah tumbuh setinggi 0,5 cm,namun belum mempunyai daun.
9.      Biji 9 sudah tumbuh setinggi 0,6 cm,namun belum mempunyai daun.
10.  Biji 10 sudah tumbuh setinggi 0,3 cm,namun belum mempunyai daun.
Þ    Pada hari kedua
Terang
1.      Biji 1 sudah tumbuh setinggi 0,3 cm,namun belum mempunyai daun.
2.      Biji 2 sudah tumbuh setinggi 0,2 cm,namun belum mempunyai daun.
3.      Biji 3 sudah tumbuh setinggi 0,3 cm,namun belum mempunyai daun.
4.      Biji 4 sudah tumbuh setinggi 0,2 cm,namun belum mempunyai daun.
5.      Biji 5 sudah tumbuh setinggi 0,5 cm,namun belum mempunyai daun.
6.      Biji 6 sudah tumbuh setinggi 0,2 cm,namun belum mempunyai daun.
7.      Biji 7 sudah tumbuh setinggi 0,3 cm,namun belum mempunyai daun.
8.      Biji 8 sudah tumbuh setinggi 0,2 cm,namun belum mempunyai daun.
9.      Biji 9 sudah tumbuh setinggi 0,4 cm,namun belum mempunyai daun.
10.  Biji 10 sudah tumbuh setinggi 0,2 cm,namun belum mempunyai daun.
Gelap
1.      Biji 1 sudah tumbuh setinggi 0,6 cm,namun belum mempunyai daun.
2.      Biji 2 sudah tumbuh setinggi 0,4 cm,namun belum mempunyai daun.
3.      Biji 3 sudah tumbuh setinggi 0,5 cm,namun belum mempunyai daun.
4.      Biji 4 sudah tumbuh setinggi 0,6 cm,namun belum mempunyai daun.
5.      Biji 5 sudah tumbuh setinggi 0,5 cm,namun belum mempunyai daun.
6.      Biji 6 sudah tumbuh setinggi 0,2 cm,namun belum mempunyai daun.
7.      Biji 7 sudah tumbuh setinggi 0,6 cm,namun belum mempunyai daun.
8.      Biji 8 sudah tumbuh setinggi 0,6 cm,namun belum mempunyai daun.
9.      Biji 9 sudah tumbuh setinggi 0,7 cm,namun belum mempunyai daun.
10.  Biji 10 sudah tumbuh setinggi 0,5 cm,namun belum mempunyai daun.
Þ    Pada hari ketiga
Terang
1.      Biji 1,3,6,dan 9 sudah mempunyai batang yang berwarna merah tua namun tidak mempunyai daun.
2.      Biji 2,4,5,7,8,dan 10 sudah mempunyai batang yang berwarna merah tua dan telah mempunyai daun yang berwarna hijau muda.
Gelap
1.      Biji 1 dan 8 sudah mempunyai batang yang berwarna putih namun tidak mempunyai daun.
2.      Biji 2,3,4,5,6,7,9,dan 10 sudah mempunyai batang yang berwarna putih dan telah mempunyai daun yang berwarna kuning pucat.
Þ    Pada hari keempat
Terang
1.      Biji 1,3,6,dan 9 sudah mempunyai batang yang berwarna merah tua namun tidak mempunyai daun.
2.      Biji 2,4,5,7,8,dan 10 sudah mempunyai batang yang berwarna merah tua dan telah mempunyai daun yang berwarna hijau muda.
Gelap
1.      Biji 1 dan 8 sudah mempunyai batang yang berwarna putih namun tidak mempunyai daun.
2.      Biji 2,3,4,5,6,7,9,dan 10 sudah mempunyai batang yang berwarna putih dan telah mempunyai daun yang berwarna kuning pucat.
Þ    Pada hari kelima
Terang
1.      Biji 9 sudah mempunyai batang yang berwarna di pangkal batang sedangkan  kehijauan dibagian tengah sampai ke bagian daun namun tidak mempunyai daun.
2.      Biji 1,2,3,4,5,6,7,8,dan 10 sudah mempunyai batang yang berwarna di pangkal batang sedangkan  kehijauan dibagian tengah sampai ke bagian daun dan telah mempunyai daun yang berwarna hijau tua.
Gelap
1.      Biji 8 sudah mempunyai batang yang berwarna putih namun tidak mempunyai daun.
2.      Biji 1,2,3,4,5,6,7,9,dan 10 sudah mempunyai batang yang berwarna putih dan telah mempunyai daun yang berwarna kuning pucat.
Þ    Pada hari keenam
Terang
1.      Semua biji sudah mempunyai batang yang berwarna merah di pangkal batang sedangkan  kehijauan dibagian tengah sampai ke bagian daun dan telah mempunyai daun yang berwarna hijau tua.
Gelap
1.      Biji  8 sudah mempunyai batang yang berwarna putih namun tidak mempunyai daun.
2.      Biji 1,2,3,4,5,6,7,9,dan 10 sudah mempunyai batang yang berwarna putih dan telah mempunyai daun yang berwarna kuning pucat.
Setelah diketahui dari hasil tersebut dapat di ketahui bahwa cahaya sangat berpengaruh dalam pertumbuhan perkecambahan.
Jika ditanam di tempat gelap, maka tanaman Kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjanga sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil. Peristiwa ini disebut ”etiolasi”.
            Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, jagur, subur daun terlihat segar serta memiliki cukup klorofil.



BAB VI
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.             Hasil Percobaan menunjukan bahwa :
§ Tanaman yang terkena cahaya matahari secara langsung pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebih lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh.
§ Tanaman yang tidak terkena cahaya matahari pertumbuhannya lebih cepat & mempunyai batang yang lebih tinggi, daunnya kecil, tipis, berwarna pucat, batang melengkung, tidak kokoh.
2 . Cahaya merupakan faktor eksternal atau luar yang mempengaruhi pertumbuhan & perkembangan pada tumbuhan.

B.     SARAN
Adapun saran yang dapat kami berikan, yakni:
-                   Dalam melakukan percobaan, sebaiknya kelompok tersebut memiliki kerjasama yang kompak. Jangan ada saling ketergantungan antara satu sama lain.
-                   Sediakan alat dan bahan dengan lengkap.
-                   Jangan lalai dengan kewajibannya untuk menyiram tanaman tersebut dengan teratur.
-                   Ikuti petunjuk yang berlaku.


DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah , Choirul Muslim, Syalfinaf Manaf, Endang Widi Winarni. 2004. BIOLOGI 3 SMA dan MA untuk Kelas XII. Jakarta: esis.
Daroji, Haryati. 2007. Sukses Belajar ILMU PENGETAHUAN ALAM 2 untuk kelas VIII SMP dan MTs. Solo. PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.


Poskan Komentar