Sabtu, 17 November 2012

LAPORAN BIOLOGI OSMOSIS DAN DIFUSI


 LAPORAN BIOLOGI
TRANSPOR PASIF (OSMOSIS & DIFUSI)
OLEH : NUR PERMATA SARI
XI IPA 2




BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Sebelumnya telah diketahui bahwa membrane sel adalah tempat  keluar masuknya zat pada sel atau yang disebut transpor. Transportasi zat pada membrane sel   dibagi menjadi dua yaitu transport pasif dan transport aktif. Transport pasif merupakan perpindahan pada membrane yang tidak membutuhkan energy. Transport pasif terdiri atas difusi, osmosis, dan difusi terbantu.  Sedangkan  transport merupakan perpindahan zat yang membutuhkan energi  karena melawan gradient kosentrasi. Transpor aktif terdiri atas endositosis dan eksositosis.
Pada kegiatan pembelajaran kali ini kami mempelajari tentang transport pasif. Dari buku-buku yang telah saya baca terdapat berbagai teori dari beberapa orang yang telah melakukan eksperimen dan menyimpulkan bahwa, Difusi adalah perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah sehingga konsentrasinya sama, baik dengan atau tanpa melewati membrane. Dan osmosis adalah perpindahan zat dari larutan hipotonis atau encer (konsentrasi air tinggi, konsentrasi zat terlarut rendah) menuju larutan hipertonis  atau pekat ( konsentrasi air rendah, konsentrasi zat terlarut tinggi) yang mana pergerakannya melalui membrane semipermiable. Untuk itu kami ingin mengetahui, melihat  dan membuktikan sendiri teori tersebut, yang berguna untuk menambah pengetahuan, dan untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh guru kami.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana proses terjadinya osmosis dan difusi
2.      Apakah hasil yang diperoleh sama dengan teori
3.      Apa yang terjadi pada peristiwa osmosis dan difusi
4.      Adakah pengaruh yang ditimbulkannya

C.    TUJUAN PENELITIAN
1.      Mendeskripsikan dan mengidentifikasi difusi dan osmosis
2.      Melihat dan membuktikan proses difusi dan osmosis
3.      Mengetahui apa pengaruh yang ditimbulkan dari difusi dan osmosis

D.    MANFAAT PENELITIAN
1.      Dapat mengetahui bagaimana proses difusi dan osmosis itu terjadi
2.      Menambah pengalaman dan pengetahuan siswa
3.      Mampu mengidentifikasi bagaimana difusi dan osmosis



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Kimball (1983:28) Menyatakan bahwa, osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalu suatu selaput yang permiabol secara diferensial. Pada osmosis yang bergerak melalui membrane semipermiabel ialah air dari larutan hepotesis 9konsentrasi air tinggi kekonsentrasi air rendah)kehipertonis (konsentasi air rendah ke konsentrasi at terlarut tinggi).
Konsentrasi merupakan konsentrasi pelarutnya yaitu air dan bukan konsentrasi dari zat yang larut (molekul, ion) dalam air pertukaran antara suatu penamaan khusus yaitu osmosis. Difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinu yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat hanya tergantung pada gradient kontraksi.
Menurut Campbell (1999 : 147) Disufi adalah perpindahan zat (gas, padat atau cair) tanpa melewati membrane, dari daerah yang konsetrasinya tinggi ke daerah yang konsentrasinya rendah sehingga konsetrasi zat menjadi sama. Difusi di sebut juga suatu substansi melintang membra biologis di sebut juga dengan transportasi aktif.
Menurut Frank (1995 : 27) struktur dinding sel dan mebra sel berbeda, membrane memungkinkan molekul air melintasi lebih cepat dari pada unsure terlarut, dinding sel primer biasanya sangat permeable terhadap keduanya memang membrane se tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis tetapi dinding sel yang tegar ituah yang menimbulkan tekanan dengan meningkatnya jumlah molekul di dalam sel, isi sel mulai menekan dinding sel, tekanan ini disebut tekanan turgar. Tekanan turgar inlah yang menyebabkan kekakuan pada bagian tanaman yang tidak berkaya seperti daun dan bunga.
Menurut DWIOJOSEPUTRO (1990 : 67). Difusi adalah penyebaran yang di maksut penyebaran di sini penyebaran molekul-molekul suatu zat, dan penyebaran itu di timbulkan oleh suatu gaya yang identil dengan energi kinetis tersebut. Baik gas, maupun zat cair dan zat padat, molekul-molekulnya ada kecenderungan utuk menyebar sampai terdapat suatu konsentrasi yang sama. Difusi juga akan di lakukan oleh molekul-molekul gula apabila kita mencampurkan suatu gua dengan air biasa, setelah kita beri waktu yang cukup lama, maka seluruh air akan berasa manis. 






BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.    ALAT DAN BAHAN
Alat
Ø  Gelas Kimia
Ø  Pipet Tetes
Ø  Neraca Ohaus
Ø  Cutter / pisau
Ø  Jam / stopwatch
Bahan
Ø  Kentang
Ø  Sirop
Ø  Gula
Ø  Air

B.     CARA KERJA
1.   Proses Osmosis
Ø  Membuat larutan gula kadar 10 %
Ø  Siapkan air ± 1 liter di gelas kimia
Ø  Tuangkan gula sebanyak 10 gr
Ø  Aduk dan larutkan gula tersebut
Ø  Kupas kentang dan potong dadu
Ø  Timbang beratnya menggunakan neraca ohauss dan catat beratnya
Ø  Rendam kentang di dalam larutan gula selama 30 menit
Ø  Setelah 30 menit, angkat kentang dari rendaman dan timbang kembali
Ø  Apakah kentang menjadi lebih berat atau lebih ringan
2.   Proses Difusi
-          Sediakan air di gelas kimia
-          Tetesi dengan sirop sekitar 10-20 tetes. Lihat penyebaran molekul-molekul sirop di dalam air.
c. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
penelitian yang dilakukan pada pelajaran biologi yang memerlukan waktu 2 `× 45 menit di ruang laboratorium biologi. Mulai dari menyiapkan peralatan, pembuatan sediaan kentang, melakukan praktikum serta menulis hasil praktikum.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A.    HASIL
PROSES OSMOSIS
PROSES DIFUSI
Berat kentang awal : 13,9 gr
Berat kentang sesudah : 14,3 gr
Kentang mengalami pertambahan berat dari berat semula
Sirop yang diteteskan ke dalam air terlihat segera menyebar ke segala arah.
Warna sirop yang tadinya merah tua menjadi merah muda.

B.     PEMBAHASAN
Peristiwa osmosis
Osmosis sendiri merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut dari tempat yang berkonsentrasi rendah (encer) menuju ke tempat yangberkonsentrasi tinggi (pekat) dengan melewati membran semipermeabel.
Dalam percobaan yang kami lakukan, semula berat kentang adalah 13,9 gr. Setelah perendaman selama 30 menit kentang tersebut bertambah berat menjadi 14,34 gr. Padahal seharusnya dalam peristiwa osmosis, guru mengatakan kentang akan menjadi lebih ringan.
Perbedaan hasil praktikum tersebut menurut saya dapat disebabkan karena, pertama factor waktu, kami hanya merendam selama 30 menit. Diketahui bahwa, struktur kentang itu padat menyebabkan air yang masuk ke dinding dan membrane sel menjadi lambat, air yang masuk pun tidak terlalu banyak dan konsentrasi air di dalam sel pun seimbang sehingga, dinding sel pun tidak pecah dan masih tertahan di dalamnya. Mungkin kalau waktu yang lebih lama air yang masuk akan lebih banyak dan akan mendorong terjadinya kerusakan pada dinding sel. Yang seharusya air tersebut karena jumlah yang berlebihan masuk ke dalam sel sehingga mendesak sel menjadi mengembang sampai sel tersebut tidak lagi mampu menampung air yang masuk hingga dinding sel tersebut rusak/pecah dan sel mengalami pengerutan yang menyebabkan beratnya akan lebih ringan daripada sebelumnya. Kedua, karena factor kepekatan larutan. Kepekatan   cairan  di dalam kentang lebih pekat/ konsentrasi larutan di dalam kentang lebih tinggi daripada kepekatan larutan di luar kentang / larutan gula. Sehingga, larutan gula pun terdorong untuk masuk ke dalam kentang. Karena, pada peristiwa osmosis larutan yang konsentrasinya rendah akan berpindah atau bergerak menuju larutan yang konsentrasinya lebih tinggi/larutan yang kepekatannya rendah akan menuju ke kepekatan yang tinggi. Untuk itu kita perlu menambah waktu praktikum dan membuat larutan gula yang lebih pekat agar konsentrasinya lebih tinggi daripada konsentrasi cairan di dalam kentang. Itu agar kita dapat mendapat hasil yang sama dengan yang dikatakan guru dan referensi dari buku-buku.



Peristiwa difusi
Dalam praktek ini kami meneteskan beberapa tetes  sirup kedalam air terlihat bahwa sirup dengan cepat menyebar kesegala arah. Diketahui bahwa sirop itu pekat yang berarti konsentrasinya tinggi dan air itu encer yang berarti konsentrasinya rendah. Karena adanya perbedaan konsentrasi inilah yang menyebabkan terjadinya perpindahan zat yaitu difusi. Semula sirup yang pekat itu berwarna merah tua, setelah diteteskan kedalam air warnanya pun juga menyebar, air tersebut menjadi merah muda. Selain itu kepekatannya pun sama karena cairan sirup telah tercampur rata. Difusi sederhana terjadi secara spontan, molekul zat akan berdifusi menyebar keseluruh ruang sampai mencapai kesetimbangan yang ditandai dengan kerapatan zat yang sama diseluruh ruang. Seperti yang terjadi pada saat sirup diteteskan kedalam air. Dengan sendirinya sirup menyebar keseluruh volume dalam gelas beker meskipun tanpa diaduk sehingga kerapatan zat tersebut merata. Sehingga hal tersebut sesuai dengan apa yang tertulis di buku-buku (teori). Bahwa “Difusi adalah perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah sehingga konsentrasinya sama, baik dengan atau tanpa melewati membrane”.
BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.      Waktu perendaman kentang di larutan gula akan mempengaruhi hasilnya
2.      Kepekatan larutan gula akan mempengaruhi proses osmosis
3.      Hasil yang kami peroleh mengenai proses osmosis berbeda dengan teori.
4.      Hasil yang kami peroleh mengenai proses difusi sama dengan teori dan buku, bahwa difusi adalah perpindahan zat  dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sehingga konsentrasinya sama.
B.     SARAN
1.      Hati-hatilah dalam penggunaan pisau
2.      Perlu adanya penelitian lebih dalam, waktu praktikum lebih lama serta peningkatan fasilitas/peralatan praktikum, untuk memudahkan kegiatan praktek.
3.      Perlu banyak bimbingan dari guru, membaca dan mengambil referensi lebih banyak lagi baik dari buku-buku maupun internet dan lain-lain, agar lebih memahami proses osmosis dan difusi tersebut.

Poskan Komentar