Sabtu, 17 November 2012

LAPORAN BIOLOGI SEL


LAPORAN BIOLOGI
PENGAMATAN SEL HEWAN & SEL TUMBUHAN


NUR PERMATA SARI 
XI IPA 2



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat di segala bidang aspek keilmuan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru dengan teori-teori baru yang dihasilkan dan mampu menjawab serta menutupi pendapat atau teori-teori sebelumnya.Salah satunya pengetahuan tentang sel juga semakin berkembang.
Dari berbagai teori yang kami ketahui dan buku-buku yang telah kami baca mengenai sel. Sel merupakan unit dasar terkecil penyusun tubuh makhluk hidup. Berdasarkan tipe sel, sel dibedakan atas sel prokariotik(tidak memiliki membrane inti) dan sel eukariotik(memiliki membrane inti). Di dalam sel juga terdapat organel-organel yang memiliki berbagai fungsi tersendiri.
Sel-sel pada tubuh hewan dan tumbuhan termasuk golongan eukariotik.Sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama akan membentuk jaringan.Meskipun begitusel-sel yang menyusun tubuh makhluk hidup (sel hewan dan sel tumbuhan) memiliki beberapa perbedaan. Untuk itu kami ingin mebuktikan dan melihat sendiri seperti apa bentuk sel yang telah menyusun organism termasuk penyusun tubuh kami ini.
B.   Rumusan Masalah
1.      Bagaimana struktur sel tumbuhan pada irisan bawang dan struktur sel hewan pada jaringan mukosa mulut.
2.      Seperti apa bentuk sel hewan dan sel tumbuhan
3.      Adakah perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan baik dari struktur, bentuk, dan susunan organel
4.      Organel apa saja yang dapat kita lihat pada penelitian ini

C.   Tujuan  Penelitian
1.      Mengidentifikasi struktur sel hewan dan tumbuhan
2.      Melihat secara langsung bagaimana bentuk sel hewan dan sel tumbuhan
3.      Melatih siswa untuk mampu membuat sediaan/ preparat
4.      Melatih siswa untuk menggunakan mikroskop
D.   Manfaat Penelitian
1.      Dapat mengetahui dan melihat bagaimana bentuk sel hewan dan tumbuhan
2.      Menambah pengalaman siswa
3.      Mampu membandingkan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
4.      Yang semula tidak bisa menggunakan mikroskop menjadi bisa
5.      Mendorong siswa untuk bersikap hati-hati, disiplin dan jujur




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.Secara umum sel mempunyai 3 bagian utama yaitu, membrane plasma, nucleus dan sitoplasma.
Penemuan sel pertama kali diawali dengan ditemukannya mikroskop oleh Antoni von Leeuwenhoek.
Adanya penemuan mikroskop ini mengilhami ilmuwan Inggris, Robert Hooke (1635-1703), ahli pembuat mikroskop, melakukan pengamatan terhadap suatu obyek biologi. Saat itu ia mengamati irisan penampang melintang gabus batang tumbuhan. Ia melihat bahwa di dalam irisan itu terdapat rongga segi enam yang kosong dan mati. Ia menyebut rongga tersebut dengan nama sel, yang berasal dari kata cellula yang berarti ‘kamar’.
Tahun 1838, dua ahli biologi Jerman, yakni Mathias J. Schleiden yang ahli botani dan Theodor Schwann yang ahli zoo logi, membuktikan bahwa sel itu hidup dan bukanlah kamar kosong.Namun, di dalam sel tersebut terdapat sitoplasma yang berisi cairan.Oleh karena itu, muncullah teori terkait sel. Teori ini dinamakan teori sel yang berbunyi bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel. Sel merupakan bagian terkecil makhluk hidup yang memiliki aktivitas kehidupan.Sehingga hal ini menunjukkan bahwa sel merupakan penyusun dasar tubuh makhluk hidup.
Penelitian tentang sel kemudian dilanjutkan oleh Felix Dujardin.Ia menemukan bahwa sel terdiri atas dinding sel dan isi sel. Isi sel ini meliputi materi yang bersifat hidup dan termasuk bagian terpenting sel hidup. Isi sel tersebut dinamakan protoplasma dengan arti zat pertama yang dibentuk.
Sebenarnya, istilah protoplasma sudah diperkenalkan pertama kali tahun 1839 oleh ahli fisiologi J. Purkinye.Protoplasma merupakan bagian sel yang berisi cairan menyerupai agar-agar.
Pada tahun 1858 Rudolf Virchow melengkapi teori tentang sel tersebut.Ia menemukan bahwa setiap sel berasal dari sel yang ada sebelumnya (omnis cellula cellula), sehingga muncul teori sel yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan. Tahun 1880 August Weismann memberikan suatu kesimpulan bahwa sel yang ada saat ini dapat ditelusuri asal-usulnya hingga makhluk hidup yang paling awal.Inilah sejarah penemuan sel dari awal hingga abad ke-19. Tentunya,pembahasan sel saat ini semakin berkembangBerdasarkan tipe sel, sel dibedakan menjadi sel prokariotik dan eukariotik
Struktur
Prokariotik
Eukariotik
Membrane inti (nukleus)
-
+
Membrane plastid
-
+
Plastid
-
+
Mitokondria
-
+
Badan golgi
-
+
DNA
+
+
RNA
+
+
Sitoplasma
+
+
Mesosom
+
-
Ribosom
+
+
Lisosom
-
+
Membrane plasma
+
+
Fili
+
-
Ket : - (tidak ada)
            + (ada)
Sel tumbuhan dan sel hewan merupakan sel eukariotik, keduanya memiliki persamaan dan perbedaan. Dapat dilihat pada table
Struktur
Sel hewan
Sel tumbuhan
Nucleus
+
+
Membrane sel/plasma
+
+
Sitoplasma
+
+
Ribosom
+
+
Mitokondria
+
+
Reticulum endoplasma
+
+
Badan golgi
+
+
Lisosom
+
+
Sentriol
+
-
Badan mikro
+
+
Plastid
-
+
Vakoula
-
+
Sitoskeleton
+
+
Dinding sel
-
+

Struktur dan fungsi
Secara umum setiap sel memiliki
a.    Membran sel        
b.    Sitoplasma           
c.    Inti sel atau nucleus
1. Selaput Plasma     
Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).
Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah: Protein - Lipid - Protein Þ Trilaminer Layer.
Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).
Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.
Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.
Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).
Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain.          
Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.
2. Sitoplasma dan Organel Sel        
Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.     
Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
Organel Sel tersebut antara lain :       
a. Retikulum Endoplasma (RE.)     
Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. 
Dikenal dua jenis RE yaitu :  
• REK : Retikulum Endoplasma Kasar = mensintesa protein
• REH : Retikulum Endoplasma Halus = mensintesa lemak dan karbohidrat           
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.   
b. Ribosom (Ergastoplasma)           
Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.           
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
c. Mitokondria (The Power House)
Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran.
Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista.    
Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House".    
d. Lisosom     
Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzimnya itu bernama Lisozym.      Serta berperan dalam proses Autofagi, eksositosis, autolysis.           
e. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)    
Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, membentuk lisosom,  membentuk kantong sekresi(vesikula), membentuk membrane plasma, membentuk akrosom pada sperma, dan tempat sintesis polisakarida. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.    
J. Sentrosom (Sentriol)        
Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
g. Plastida      
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1.Lekoplas      (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),
terdiri dari:     
• Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan,      
• Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak).        
•Proteoplas (untuk menyimpan protein).  
2.Kloroplas   
yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.    
3.Kromoplas 
yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :        
Karotin (kuning)
     Fikodanin (biru)
Fikosantin (kuning)        
Fikoeritrin (merah)        
h. Vakuola (RonggaSel)       
Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas.       
Vakuola berisi :          
• garam-garam organic           
• glikosida      
• tanin (zat penyamak)           
• minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe)
• alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)         
• enzim           
• butir-butir pati         
Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vakuola non kontraktil.
i. Mikrotubulus         
Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel". 
Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
j. Mikrofilamen        
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.
k. Peroksisom (Badan Mikro)         
Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
 l. Badan Mikro
Terdiri atas 2 tipe yaitu
1.      Peroksisom     : berfungsi menetralkan racun yang ia hasilkan dengan enzim yang ia buat yaitu enzim katalase, berperan dalam perubahan lemak dan perubahan purin dalam sel.
2.      Glioksisom      : berperan dalam proses metabolism lemak dan tempat terjadinya siklus glioksilat.
m. Sitoskeleton
Berfungsi   untuk memberikan kekuatan mekanik pada sel, sebagai kerangka sel, tempat melekatnya organel serta membantu gerakan substansi dari bagian sel ke bagian lain.
3. Inti Sel (Nukleus)  
Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :        
• Selaput Inti (Karioteka)       
• Nukleoplasma (Kariolimfa) 
• Kromatin / Kromosom         
• Nukleolus(anak inti).           
Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :     
Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpaipada bakteri, ganggang biru.   
Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti). Misalnya Protista, tumbuhan dan hewan
Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.












BAB III
PROSES PENGAMATAN DAN CARA KERJA
A.   Alat dan bahan
Alat :
1.      Mikroskop
2.      Gelas kimia
3.      Pipet
4.      Kaca benda
5.      Kaca penutup
6.      Silet
Bahan
1.      Tusuk gigi
2.      Bawang merah (lapisan bagian dalam)
3.      Air

B.   Cara kerja
1.      Menggunakan mikroskop
a.       Siapkan mikroskop, atur diafragma, arahkan cermin menuju cahaya.
b.      Lihat melalui lensa okuler apakah sudah terlihat terang atau belum. Apabila sudah terlihat terang, berarti mikroskop sudah siap digunakan.
c.       Putar lensa objektif pada perbesaran paling kecil.
2.      Membuat sediaan
a.       Sediaan sel tumbuhan
-         Siapkan kaca benda dan kaca penutup
-         Ambil bawang merah dan potong secara vertical
-         Ambil lapisan bawang setipis mungkin
-         Letakkan lapisan tadi ke atas kaca benda dan tetesi dengan air
-         Tutup dengan kaca penutup.
b.      Sediaan sel hewan
-         Ambil tusuk gigi
-         Korek bagian dalam pipi dengan hati-hati
-         Letakkan jaringan mukosa mulut yang dikorek tadi ke atas kaca benda  dan tetesi air lalu, tutup dengan kaca penutup.
3.      Mengamati sel
-         Letakkan sediaan/preparat yang sudah dibuat tadi di atas meja mikroskop
-         Amati pada perbesaran terkecil lalu perbesar lagi dengan perlahan sampai sel terlihat
-         Hasil yang kita lihat lalu digambar.
c.      Waktu dan tempat penelitian
Penelitian yang dilakukan pada hari senin pada pelajaran biologi yng memerlukan waktu 2 × 45 menit di ruang laboratorium biologi.Mulai menyiapkan peralatan, pembuatan sediaan dan melakukan pengamatan melalui mikroskop serta menggambar hasil pengamatan.
BAB IV
Hasil dan pembahasan
A.   Hasil praktikum
Gambar
Sel tumbuhan pada irisan bawang
Sel hewan pada jaringan mukosa mulut



No
Bagian sel yang dapat diamati
Keterangan
Sel tumbuhan
Sel hewan
1.
Dinding sel
Membrane sel
Terlihat dengan cukup jelas
2.
Nucleus
Nucleus
Terlihat sebagian di beberapa sel
3.
Sitoplasma
Sitoplasma
Terlihat dengan jelas
4
Bentuk sel
Pada sel tumbuhan sel-sel tersusun rapi dan rapat serta bentuknya persegisedangkan pada sel hewan sel tersebar tidak merata dan bentuknya lebih bulat dan tidak teratur


B.   Pembahasan
Struktur sel hewan dan tumbuhan sebenarnya sama tapi dengan berkembangnmya zaman ada perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan. Perbedaan sel hewan dan tumbuhan dilihihat dari:
1.      Sel tumbuhan 
Berbeda dengan sel hewan, sel tumbuhan memiliki beberapa kekhususan yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan. Tumbuhan dalam hal ini mampu menghasilkan atau dapat mensintesis makana sendiri, sedangkan pada hewan sam sekali tidak mampu. Dari sini kita bisa lihat perbedaan komponen dari sel hewan dan tumbuhan.  
Pertama terdapat pada sel tumbuhan adalah yaitu dinding sel. Dinding sel hanya terdapat pada sehingga sel hewan sangat kokoh atau tidak lentur seperti sel hewan. Dinding sel merupakan penyusun tumbuhan yang letaknya bagian luar dari hasil proses hidup protoplasma. Penyusun dinding sel yang paling banyak yaitu selulosa, suatu polisakarida yang terdiri atas polimer glukagen. Dinding sel dibagi atas 3 bagian yaitu pertama dinding sel primer yaitu dinding sel yang terbentuk pertama kali pada sel baru dan biasanya terbentuk pada sel yang sedang aktif, bagian kedua yaitu lamella tengah yang berfungsi untuk melekatkan satu sel dengan lainya berada diantara dinding sel primer yang saling berdekatan yang tersusun oleh senyawa pectin, ketiga dinding sel sekunder terbentuk bagian sebelah dalam dari dinding sel dan dinding sel sekunderberkembang di permukaan dalam dari dinding primer.   

Perbedaan yang kedua yaitu kloroplas yang merupakn organel sel membrane yang hanya dapat ditemuakan di sel tumbuhan. Dalam kloroplas ini mengandung yang dinamakan pigmen fotosintesis yang mampu melangsungkan proses fotosintesis dan sehingga tumbuhan dapay digolongkan sebagai produsen yang terdapat pada daun dan organ tubuh yang lain yang berwarna hijau.
Macam kloroplas ada 4 antara lain:    
1.           Klorofil         a         : menampakan warna hijau biru.        
2.         Klorofil           b         : menampakan warna hijau kuning.    
3.         Klorofil           c          : menampakan warna hijau coklat.     
4.         Klorofil           d         : menampakan warna hijau merah.    
Organisme yang memiliki kloroplas digolongkan dalam organisme aototrof, karena kemampuanya dalam memproduksi makanan sendiri. Bentuk dan ukuran dan jumlah dari kloroplas tiap sel organisme autotrof berbeda. Bentuk dari kloroplas ada yang berbentuk pita, mangkuk, cakram, dan bentuk lainya. Kloroplas memiliki ribosom dan DNA sendiri.Perbedaan yang ketiga terletak pada vakuola. Vakuola merupakan komponen non protoplasma dan merupakan rongga sel, berisi cairan, dan dikelilingi selapis membran, yang pada hewan juga dijumpai tapi ukuranya kecil dan dalam jumlah yang sedikit. Misalnya pada beberapa sel hewan dijumpai adanya vacuola fagosit, vacuola makanan tapi itu sangat kecil sekali. Membrane yang mengelilingi vacuola yaitu “ tonoplas” yang mengandung transport aktif. Tonoplas bersifat deferensial permeable yang berarti dalam memasukan bahan – bahan melakuka penyeleksian atau bahan tersebut tidak sembarang masuk kea lam sel. Vacuola tengah berisi cairan sel yang merupakan larutan pekat garam, mneral, gula, oksigen, asam organik, CO2, pigmen, enzim, dan sisa – sisa hasil metabolisme. Ada bebrapa fungsi dari vacuola antara lain:
1. Memnbangun turgor sel dengan cara memasukan air melalui tonoplas.    
2. Sebagai tempat penghancuran senyawa tertentu oleh emzim hidrolase.   
3. Sebagai temapt penyimpanan makanan seperti: sukrosa, garam mineral, dan inulin yangterlarut sewaktu – waktu bisa digunakan sitoplasma.                
2.  Sel Hewan 
Sel hewan juga memiliki perbedaan dengan sel tumbuhan yaitu di sel hewan terdapat yang dianamakan sentriol. Sentriol adalah organel yang tak bermembran yang hanya bisa ditemukan di sel hewan.Organel ini berukuran kecil jumlahnya sepasang dan letaknya dekat membrane inti dalam posisi tegak lurus antar keduanya. Organel ini akan memisah satu sama lain untuk membentuk gelondong pembelahan pada saat terjadi pembelahan sel. Perbedaaan yang dapat kita lihat dari sel yaitu cincin kontraktil yang hanya ditemukan pada sel hewan. Cincin kontraktil terbentuk pada saat pemebelahan sel, tepatnya pada tahap sitokinesis atau pembagian sitoplasma sel anak.Pembagian sitoplasma berlangsung setelah pembagian materi inti (kriokinesis) selesai.Pada sel tumbuhan setelah pembagian materi inti selesai maka dinding.Sel baru yang terbentuk tanpa adanya cincin kontraktil. Sel hewan sama memiliki vakuola tapi vacuola yang dimilki sel hewan tidak sebesar yang dimiliki sel tumbuhan.


Perbedaannya dapat dilihat pada table berikut:
Sel Tumbuhan
Sel Hewan
Memiliki plastid
Tidak memiliki plastida
Memiliki vakuola
Tidak memiliki vakuola
Memiliki dinding sel
Tidak memiliki dinding sel
Tidak memiliki sentriol
Memiliki sentriol

Dari praktikum  tersebut saya hanya dapat mengamati  nucleus, sitoplasma, dan dinding sel pada irisan bawang dan pada jaringan mukosa mulut  saya hanya dapat mengamati membrane plasma, nucleus, dan sitoplasma. Ini organel tersebut merupakan organel utama dan ukurannya lebih besar dibanding yang lain dan karena keterbatasan peralatan yang digunakan salah satunya mikroskop yang kami gunakan hanya dapat memperbesar sampai 40×. Sehingga organel-organel yang lain tidak terlihat karena ukurannya yang sangat kecil.
Dari praktikum ini kami mengamati irisan kulit bawang dan jaringan mukosa mulut.Ketika mengamati irisan kulit bawang, saya melihat kumpulan sel-sel yang tersusun seperti bata, bentuknya pun seperti persegi panjang yang saling berdempet rapat tanpa ada celah.Lalu setelah itu kami memperbesar perbesaran mikroskop sehingga terlihat lebih jelas.Sel-sel tersebut tersusun rapat dengan ada titik-titik hitam di setiap sel. Saat itu organel yang dapat terlihat hanya dinding sel, sitoplasma, dan nucleus. Sedikit berbeda saat kami mengamati sel pada jaringan mukosa mulut, di situ kami melihat sel-sel tidak tersusun rapat melainkan agak menyebar antara satu dengan yang lain. Dan terlihat titik-titik hitam di setiap selnya. Saat itu kami hanya dapat  melihat membrane plasma, nucleus, dan sitoplasma.


BAB V
PENUTUP
a.     Kesimpulan
1.      Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan yaitu :
-         Sel hewan bentuknya lebih oval, sedangkan sel tumbuhan persegi panjang
-         Sel hewan tersusun agak tersebar atau terpisah antara satu dengan yang lain dan lebih elastic untuk bergerak, sedangkan sel tumbuhan tersusun rapat dan berdempet seperti susunan bata dan kaku
2.      Organel yang dapat diamati
-         Sel hewan : membrane plasma, nucleus, dan sitoplasma
-         Sel tumbuhan : dinding sel, nucleus, dan sitoplasma
3.      Sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup,  tetapi meskipun begitu di dalamnya terdapat organel-organel yang memiliki fungsi tersendiri.
4.      Dari praktikum ini kita semakin menyadari bahwa Allah Maha Kuasa, telah menciptakan sesuatu yang kecil yang sangat penting untuk menunjang kehidupan.
5.      Tentunya dari semua ini kita harus bersyukur karena telah diciptakan dengan sempurna.
b.     Saran
1.      Perlu adanya penelitian lebih dalam, waktu praktikum lebih lama, peningkatan fasilitas/ peralatan praktikum terutama mikroskop agar dapat mengamati sel dan organelnya serta struktur dengan lebih jelas dan dapat mengetahui letak organel-organel tersebut.
                 2.        Perlu banyak membaca dan mengambil referensi lain baik dari buku, internet dan                   lain-lain. Agar lebih memahami mengenai sel sebagai unit penting bagi makhluk hidup
Poskan Komentar