Minggu, 18 November 2012

LAPORAN BIOLOGI TUMBUHAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL

LAPORAN BIOLOGI
ANATOMI ORGAN TUMBUHAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL
OLEH : NUR PERMATA SARI
XI IPA 2







BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Anatomi (berasal dari bahasa Yunani anatomia, dari anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Tumbuhan merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang ada di bumi. Sehingga anatomi tumbuhan adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari tumbuhan itu sendiri yaitu struktur yang pembangun tumbuhan tersebut.
Dalam system klasifikasi makhluk hidup, Tumbuhan dikelompokkan dalam kingdom plantae. Kingdom plantae beranggotakan semua organisme eukariotik multiseluler fotosintetik yang memiliki klorofil A dan B, menyimpan karbohidrat yang biasanya berupa tepung, dan embrionya dilindungi oleh jaringan tumbuhan parental.
Kingdom plantae atau dunia tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan tidak dan tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan tidak berpembuluh adalah kelompok lumut, sedangkan tumbuhan berpembuluh meliputi tumbuhan paku-pakuan dan tumbuhan berbiji.
Tumbuhan Berbiji (spermatophyte) merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu organ yang berupa biji. Biji merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan didalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga.
Spermatophyta diklasifikasikan lagi menjadi 2 subdivisi , yakni tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
Berdasarkan jumlah keping bijinya, Tumbuhan biji tertutup dibedakan menjadi 2 , yaitu tumbuhan biji berkeping satu (monokotil) dan tumbuhan biji berkeping dua (dikotil).
Tubuh makhluk hidup tersusun atas jutaan sel. Sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama membentuk suatu jaringan. Beberapa macam jaringan akan membentuk suatu organ. Kumpulan bermacam-macam organ membentuk suatu sistem organ. Akhirnya, beberapa macam sistem organ saling melengkapi dan bekerja sama untuk membentuk suatu individu makhluk hidup. Namun, pada tumbuhan tidak terdapat sistem organ. Pertumbuhan hanya sampai pada organ kemudian membentuk satu individu tumbuhan.
Kita ketahui setiap makhluk memiliki struktur yang menyusunnya, seperti halnya pada tumbuhan dikotil dan monokotil disusun atas berbagai organ seperti akar, batang, daun, bunga dan biji. Organ-organ tersebut juga tersusun dari berbagai jaringan, seperti jaringan meristem, parenkim, sklerenkim, kolenkim, epidermis, dan jaringan pengangkut. Meskipun sama-sama diklasifikasikan sebagai tumbuhan berbiji (spermatophyte), pada kenyataannya tumbuhan dikotil dan monokotil mempunyai perbedaan yang cukup jelas baik secara anatomi maupun secara morfologinya.
Kalau secara morfologi mungkin kita bisa melihatnya secara langsung seperti bentuk daun, akar, dan akarnya tetapi kalau struktur penyusun bagian-bagian tersebut kita tidak dapat melihatnya dengan kasat mata karena sel-sel yang berukuran sangat kecil. Untuk itu kami melakukan praktikum untuk mengamati dengan lebih jelas mengetahui dan mengidentifikasi serta membuktikan apakah benar seperti yang dipaparkan di buku bentuk susunan dan letak sel-sel penyusun bagian-bagian tumbuhan monokotil dan dikotil serta dapat membedakan antara struktur monokotil dan dikotil secara anatominya.


B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja jaringan yang menyusun akar, batang, dan daun tumbuhan yang dapat dilihat ?
2.      Bagaimana bentuk, susunan dan letak  jaringan-jaringan penyusun pada tumbuhan?
3.      Apakah ada perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil baik struktur susunan, bentuk dan letak jaringan-jaringan penyusunnya ?


C.    TUJUAN PENELITIAN
1.      Melihat dan menngetahui sturuktur akar, batang, daun tumbuhan dikotil dan monokotil
2.      Mengenali, mengamati dan membandingkan struktur dan bentuk jaringan yang penyusun akar, batang, daun tumbuhan dikotil dan monokotil
3.      Mengidentifikasi perbedaan anatomi akar, batang, daun pada tumbuhan dikotil dan monokotil.
4.      Menunjukkan letak jaringan epidermis, dan jaringan pengangkut serta jaringan penyusun lainya pada akar, batang dan daun
5.      Melatih siswa untuk bisa mengamati objek pada preparat secara detail
6.      Melatih siswa agar dapat menggunakan mikroskop dengan baik dan benar serta sesuai prosedur.

D.    MANFAAT PENELITIAN
1.      Siswa dapat secara langsung melihat struktur jaringan penyusun tumbuhan
2.      Siswa mampu mengidentifikasi jaringan-jaringan penyusun organ tumbuhan dikotil dan monokotil baik bentuk, susunan, letak maupun perbedaannya.
3.      Menambah pengetahuan dan pengalaman serta pemahaman siswa mengenai materi
4.      Melatih siswa untuk mahir menggunakan mikroskop dan terampil dalam mengamati objek pengamatan.
5.      Melatih siswa untuk bersikap hati-hati, disiplin,  jujur, sungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
6.      Menambah kekaguman atas kekuasaan Allah akan kesempurnaan ciptaan-Nya.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama serta mengadakan hubungan dan koordinasi satu dengan yang lainya yang mendukun pertumbuhan pada tumbuhan (Mukhtar, 1992). Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Tumbuhan berpembuluh matang dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yang semua dikelompokkan menjadi jaringan (Kimball, 1992). Jaringan adalah kumpulan struktur, fungsi, cara pertumbuhan, dan cara perkembangan (Brotowidjoyo, 1989).

Macam–Macam Jaringan Tumbuhan
         Jaringan menurut fungsinya dibedakan menjadi dua yaitu jaringan muda atau meristem dan jaringan dewasa atau permanen (Kimball,1992). Jaringan terdiri dari jaringan muda atau meristem, jaringan dasar atau parenkim, sklerenkim, xilem, dan floem (Brotowidjoyo, 1989).
            Jaringan meristem dibagi menjadi tiga yaitu meristem apikal yang terletak di ujung batang dan akar, meristem lateral yang terletak di kambium gabus dan meristem interkalar yang terletak diantara satu dan lainnya (Kimball,1992). Jaringan meristem adalah jaringan muda yang terdiri atas sel-sel yang mempunyai sifat membelah diri. Fungsinya untuk mitosis, dimana sel-selnya kecil, berdinding tipis tanpa vakuola tengah di dalamnya (Yartim, 1987). Jaringan muda yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat meristematik. Fungsi sel meristematik adalah mitosis. Bentuk dan ukuran sama relatif, kaya protoplasma, umumnya rongga sel yang kecil (Prawiro, 1997).
Berdasrkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi 3 yaitu :

 -          Meristem lateral (meristem samping) yang terdapat pada batang tepatnya di cambium atau cambium gabus.
-          Meristem interkalar (meristem antara) yang terdapat di antara jaringan dewasa, misalnya pangkal ruas batang.
-          Meristem apical (meristem ujung) yang terdapat diujung batang atau ujung akar.
Berdasarkan asal terbentuknya, jaringan meristem terbagi atas 3 yaitu :
-          Pro meristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio.
-          Meristem primer adalah jaringan meristem yang ada pada tumbuhan muda biasanya ada pada ujung-ujung  tumbuhan seperti akar atau pucuk. Jaringan ini masih aktif  membelah sehingga  menyebabkan organ tumbuhan bertambah panjang atau bertambah tinggi.
-          Meristem sekunder adalah jaringan meristem yang terdapat pada jaringan dewasa yang telah terhenti pertumbuhannya, tetapi menjadi embrional kembali. Meristem sekunder terdapat pada cambium. Kambium inilah yang selalu tumbuh dan membelah selama hidup tumbuhan yang menyebabkan pelebaran atau pembesaran batang.
      Jaringan permanen dibagi menjadi 5 yaitu jaringan epidermis dan jaringan parenkim, jaringan penyokong atau penguat, jaringan pengangkut dan jaringan gabus (Yartim, 1987). Jaringan permanen merupakan jaringan yang telah mengalami deferensiasi. Umumnya jaringan dewasa tidak membelah diri, bentuknya pun relatif permanen serta rongga selnya besar (Mulyani, 1980).
Jaringan epidermis
Jaringan yang letaknya paling luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel, dinding sel bagian luar mengalami penebalan tetapi dinding sel bagian dalam tetap tipis. Tidak mengandung khlorofil kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta sekitar epidermis pada sel penutup stomata.Bentuk sel jaringan epidermis seperti balok. Mengalami modifikasi membentuk aneka ragam sel yang sesuai dengan fungsinya. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis.

Fungsi jaringan epidermis antara lain :
  • Pelindung / Proteksi jaringan didalamnya
  • Tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda, bisa kemasukan air karena osmosis
  • Peresap air dan mineral pada akar yang muda.
  • Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar.
·         Untuk penguapan air yang berlebihan. Bisa melalui evaporasi atau gutasi
- Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada epidermis yang permukaannya bergabus
epidermis  bisa membentuk aneka ragam bentuk menyesuaikan perannya di Organ tempat keberadaan epidermis
  1. Stomata (mulut daun), yaitu lubang pada lapisan epidermis daun. Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup. Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis. Selain itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air
  2. Trichoma, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan luar dari epidermis daun dan batang. Berfungsi untuk menahan penguapan air, meneruskan rangsang, melindungi tumbuhan dari gangguan hewan, membantu penyebaran biji dan penyerbukan bunga
  3. Bulu-bulu akar, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan akar yang dapat diresapi oleh larutan garam-garam tanah.
  4. Sel kipas, sel kipas tersusun dari beberapa sel berdinding tipis dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan sel-sel epidermis di sekitarnya. Sel kipas berfungsi mengurangi penguapan dengan menggulung daun.
  5. Spina, yaitu duri yang berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari gangguan manusia dan hewan.
  6. Vilamen,merupakan akar gantung sel mati di bagian dalam jaringan epidermis (ex : pohon beringin).
Jaringan parenkim
Sel perenkim terdapat di berbagai sebagian tumbuhan, bentuknya besar-besar dan berdinding tipis (Kimball, 1991). Fungsi utama sel parenkim sebagai tempat cadangan makanan serta sebagai jaringan penyokong (Prawiro, 1997). Kebanyakan karbohidrat non-struktural dan air disimpan oleh tanaman pada jaringan ini. Parenkim biasanya memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama (isodiametrik) dan protoplas aktif dibungkus oleh dinding sel primer dengan selulose yang tipis. Ruang interseluler antar sel umum terdapat pada parenkim.
·         Nama lainnya adalah jaringan dasar. 
  • Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm.
  • Bentuk sel parenkim bermacam-macam.
  • Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
  1. Parenkim asimilasi (klorenkim).
  2. Parenkim penimbun.
  3. Parenkim air
  4. Parenkim penyimpan udara (aerenkim).
Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.
Jaringan penyokong
            Jaringan penyokong merupakan jaringan yang berfungsi untuk menyokong agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. Jaringan penyokong dibagi menjadi dua yaitu jaringan kolenkim dan sklerenkim (Mulyani, 1980). Jaringan kolenkim adalah jaringan penyokong yang masih muda, jaringan yang berdinding tebal terutama pada sudut-sudutnya. Jaringan sklerenkim adalah jaringan yang terdiri dari sel-sel yang sudah mati, dinding sel yang tidak elastis tetapi kuat. Dinding-dinding sel ini sangat tebal dan dibagun dalam lapis yang sama di sekitar batas sel (Mukhtar, 1992). Jaringan sklerenkim merupakan sel penunjang yang lebih umum, dinding sel sangat tebal. Sklerenkim merupakan komponen yang sangat penting pada penutup luar biji dan buah keras (Kimball, 1991).
Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan meliputi 2 jaringan yaitu
  1. Jaringan kolenkim
  2. Jaringan sklerenkim.
1. Jaringan Kolenkim
  • Kolenkim terdiri dari sel – sel yang serupa dengan parenkim tapi dengan penebalan pada dinding sel primer disudut sudut sel tidak menyeluruh .
  • Umumnya terletak pada bagian peripheral batang dan beberapa bagian daun.
  • Dinding sel yang plastis dan fleksibel pada kolenkim member dukungan yang cukup untuk sel – sel tetangganya.
  • Karena kolenkim jarang menghasilkan dinding sel sekunder, jaringan ini tampak sebagai sel – sel dengan penebalan dinding sel yang ekstensif
·         Hubungan erat antara jaringan kolenkim dan parenkim tampak pada batang dimana kedua jaringan ini terletak bersebelahan.
  • Banyak contoh menunjukkan tidak adanya batas khusus antara kedua jaringan, karena sel – sel dengan ketebalan sedang ada antara kedua jenis jaringan yang berbeda ini.
Jaringan Sklerenkim
·         sklerenkim adalah jaringan pendukung pada tanaman.
  • Penebalan lignin terletak pada dinding sel primer dan sekunder dan dinding menjadi sangat tebal.
  • Hanya ada sedikit ruang untuk protoplas yang nantinya hilang jika sel dewasa (gambar jaringan sklerenkim).
  • Sel – sel yang terdiri dari jaringan sklerenkim mungkin terbagi menjadi 2 tipe: serat (fibre) atau sklereid.
  • Serat atau fibre biasanya memanjang dengan dinding berujung meruncing pada penampang membujur (longitudinal section; L.S.),
  • sedangkan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.
  • Terdapat pada bagian keras buah dan biji. Bagian bergerigi pada buah pir disebabkan oleh sel – sel batu (stone cell, sklereid).
  • Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
  • Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras.
  • Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid

Jaringan pengangkut
            Jaringan pengangkut adalah jaringan yang berguna untuk transportasi hasil asimilasi dari daun ke seuruh bagian tumbuhan dan pengangkutan air serta garam-garam mineral (Kimball, 1992). Jaringan pengangkut dibagi menjadi dua yaitu xilem dan floem, xilem merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari sel mati maupun hidup. Floem merupakan jaringan kompleks yang tediri dari berbagai unsur dengan tipe berbeda yaitu pembuluh lapisan, parenkim serabut, dan kloroid. Sel-sel terpenting di dalam floem adalah tabung tapis (Mulyani, 1980). Xilem merupakan jaringan campuran yang terdiri atas beberapa sel yang mempunyai tipe tertentu yang paling khas. Xilem mempunyai dinding sel yang tebal. Dindingnya menebal dalam pola-pola berkas (Kimball, 1991). Xilem dan floem merupakan alat transportasi zat-zat pada tumbuhan berpembuluh. Floem berfungsi sebagai alat transportasi bagi zat-zat hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan (Kimball, 1991). Jaringan floem dibangun oleh beberapa jenis sel yaitu pembuluh tapis, parenkim, dan serabut floem. Selnya berbentuk tabung dan bagian ujung berlubang (Wilson, 1966). Jaringan pengangkut pada tanaman sering disebut jaringan vascular. Disebut jaringan vascular karena sarana transportasi atau pengangkutannya berupa pembuluh pembuluh (vasculer). Pembuluh (vasculer) itu untuk membawa air dan larutan ke seluruh tanaman. Pembuluh itu meliputi Xylem atau pembuluh kayu berfungsi untuk membawa air sedangkan floem pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu membawa hasil fotosintesis berupa larutan organik. Baik xylem maupun floem terdiri dari beberapa tipe sel. Pada batang primer jaringan ini terletak pada berkas pengangkut dimana floem di bagian luar dan xylem di bagian dalam. Floem dan xylem dipisah oleh beberapa baris sel meristem berdinding tipis yang disebut cambium.
Xylem
  • Yang merupakan karakteristik sel – sel xylem adalah berkas pengangkut dan trakeid yang memiliki dinding sel tebal mengandung lignin dan merupakan pengangkut air.
  • Trakeid berbentuk memanjang, serupa dengan serat tapi berdiameter lebih besar.
  • Pada penampang melintang berkas pengangkut tampak besar dan bulat pada jaringan xylem.
FLOEM 
Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim.
Tersusun atas beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu
  1. buluh tapis
  2. sel pengiring
  3. parenkim
  4. serabut
  5. dan sklerenkim.
  • Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang.
Unsur penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu
  1. sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan bentuknya memanjang
  2. buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa. 
  •  
  • Dengan bentuk seperti ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
Tipe-tipe berkas pengangkut
Berdasarkan posisi xylem dan floem dibedakan atas :
  1. Tipe kolateral
  2. Tipe konsentris
  3. Tipe radial
Tipe kolateral
  • Kolateral terbuka, jika diantara xylem dan floem terdapat cambium
  • Kolateral tertutup, jikaq antara xylem dan floem tidak dijumpai kambium
Tipe konsentris
  • Konsentris amfikibral, apabila xylem berada ditengah dan floem mengelilingi xylem
  • Konsentris amfivasal, apabila floem ada ditengah dan xylem mengelilingi floem
Tipe radial
  • Tipe radial, xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran
Jaringan gabus
Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun oleh sel-sel parenkim gabus. Mengandung suberin dan kutin. Jaringan ini lebih kuat daripada epidermis. Terdapat di bagian tepi alat-alat tumbuhan. Fungsinya adalah menggantikan jaringan epidermis sebagai pelindung jaringan dibawahnya apabila jaringan epidermis telah rusak atau mati. Jaringan gabus merupakan sel-sel mati, dengan bentuk kotak dan dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin dan bersifat impermeable (tidak tembus air). Pembentukan jaringan gabus kea rah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm sedangkan ke arah luar berupa sel-sel mati yang di sebut felem.
Letak jaringan gabus rapat antara satu dengan yang lainnya. Ruang antarselnya tidak ada, sehingga sukar ditembus air dan gas. Dengan adanya celah-celah atau pori-pori pada lapisan gabus yang disebut lentisel, maka kesulitan itu dapat ditanggulangi karena air dan gas-gas bisa menerobos dan melaluinya.
Jaringan gabus dibedakan menjadi tiga.
a. Eksodermis
Jaringan gabus terdiri atas tiga bagian, yaitu gabus yang terdapat di bagian dalam dari tumbuhan sehingga berfungsi sebagai pembatas antara jaringan-jaringan di dalam tumbuhan. Jaringan ini terletak di luar dan mengandung suberin pengganti epidermis.
b. Endodermis
Pada bagian endodermis yang masih muda, dinding selnya terdiri atas selulosa dan bersifat elastis, sedangkan endodermis yang sudah tua atau dewasa pada dinding selnya terjadi penebalan-penebalan berupa titik-titik atau pita dari zat kayu dan mengandung suberin serta kutin yang disebut titik atau pita kaspari.
c. Periderm (Kulit Gabus)
Periderm dibagi menjadi tiga bagian berikut.
Felogen (Kambium Gabus)
Felogen merupakan kambium gabus yang merupakan lapisan sel yang meristematis. Felogen dapat terbentuk dari berbagai jaringan hidup, misalnya epidermis, parenkim korteks yang sel-selnya dapat berubah menjadi meristematik. Felogen ke arah luar membentuk gabus (felem) dan ke arah dalam membentuk parenkim (feloderm). Felogen, felem, dan feloderm membentuk jaringan kulit gabus (periderm).
Felem (Gabus)
Felem merupakan lapisan gabus sebagai produk dari felogen yang terbentuk ke arah luar.
Feloderm (Parenkim Gabus)
Jaringan ini dapat dikatakan hampir homogen dengan parenkim korteks yang terbentuk ke arah dalam sehingga hanya terdapat di lapisan paling dalam. Dengan adanya jaringan gabus maka bagian dalam tumbuhan hidup terpisah dari udara luar. Untuk itulah diperlukan adanya hubungan antara bagian dalam tumbuhan dengan udara luar untuk menunjang berbagai macam proses kehidupan. Dalam hal ini, pada jaringan gabus batang terdapat lentisel.


ORGAN TUMBUHAN
  • Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni:
  1. Akar ( Radix)
       2.      Batang ( Caulis )                     membentuk sistem organ nutritivum
  1. Daun. ( Follium)
Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah modifikasinya, contoh:
  1. umbi modifikasi akar
  2. bunga modifikasi dari ranting dan daun.
  3. buah (bunga yang diserbuki)                           membentuk organ reproduktivum
  4. biji ada di buah
AKAR
  • Asal akar adalah dari akar lembaga (radix)
  • Pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang
  • Pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.
  • Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.
1. Fungsi Akar
  1. Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
  2. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
  3. Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut
2. Anatomi Akar
Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam. 
  1. Epidermis
  2. Korteks
  3. Endodermis
  4. Silinder Pusat/Stele
Epidermis
  • Susunan sel-selnya rapat
  • Setebal satu lapis sel
  • Dinding selnya mudah dilewati air (semi permeable)
  • Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar
  • Bulu akar bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut
  • Bulu akar hanya satu sel hasil modifikasi epidermis untuk memperluas permukaan akar.
Korteks
  • Letaknya langsung di bawah epidermis
  • sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel
  • Kortex adalah jaringan dasar ( parenkin) yang nantinya akan berperan sesuai jenis tanamannya.
  • Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim yang belum menebal
Endodermis
  • Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat.
  • Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan memben tuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary.
  • Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat,
  • Bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U,
  • Sel U mengalami penebalan dan impemeable sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.
  • Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.
Silinder Pusat/Stele
  • Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
  • Terdiri dari berbagai macam jaringan :
Persikel/Perikambium
  • Merupakan lapisan terluar dari stele.
  • Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
  • Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari.
  • Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan cambium / kolateral terbuka.
  • Pada tumbuhan monokotil tidak ada cambium / kolateral tertutup.
Empulur
  • Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.
Akar dikotil
Akar monokotil


BATANG
  • Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
  • Terlihat berkas pengangkut pada Dikotil melingkar teratur karena berkambium bertipe kolateral terbuka , sedang pada monokotil tersebar karena tidak berkambium dan tipe berkas pengangkutnya Kolateral tertutup

Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
  1. Epidermis
  2. Kortex
  3. Penyolkong ( kolenkim - Sklerenkim)
  4. Pembuluh angkut ( Xylem - Floem)
Epidermis
  • Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel.
  • Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya.
  • Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
Korteks
  • Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
Stele/ Silinder Pusat
  • Merupakan lapisan terdalam dari batang.
  • Lapisan terluar dari stele disebut kambium.
  • lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem.
  • Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
  • Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler.
  • Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
  • Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,
  • Pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus
  • Tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnyae
  • Sehingga pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun,
  • Perapisan -perlapisan itu membentuk lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

Batang Monokotil
  • Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas.
  • Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.
  • Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder.
  • Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).
DAUN
Keterangan
  1. Epidermis atas - Epidermismis bawah (dengan stomata)
  2. Parenkim Palisade ( jaringan tiang / pagar)
  3. parenkim spons ( Jaringan bunga karang)
  4. berkas pengangkut
  5. kambium
  6. Floem
  7. Xylem
  • Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
Epidermis
  • Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
Parenkim/Mesofil
  • Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel,
  1. parenkim palisade
  2. parenkim spons
  • (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast.
  • Khusus palisade memang yang digunakan dalam fotosintesis
  • Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel.
  • Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
Daun dikotil
Daun monokotil
Tumbuhan Dikotil
Tumbuhan dikotil yaitu tumbuhan yang memiliki biji berkeping dua yang merupakan cabang dari tumbuhan Angiospermae. Ciri tumbuhan dikotil adalah bercabang-cabang, berkambium, akar tunggang, pertulangan daun menyirip dan mempunyai ikatan pembuluh kolateral terbuka (Kimball, 1992). Tumbuhan dikotil merupakn tumbuhan berkeping dua yang memiliki lembaga, dua daaun lembaga dan akar serta pucuk lembaga yang tidak memiliki pelindung khusus. Batang bagian bawah tanaman dikotil lebih besar daripada ujungnya, hal ini dikarenakan tumbuhan dikotil mempunyai kambium (Suprapto, 1994). Tumbuhan dikotil mempunyai cabang ikatan pembuluh kolateral berkambium, mempunyai akar tunggang dan pembuluh akut tersusun dalam lingkaran (Saktiyono, 1989). 
Struktur akar dikotil

Jaringan
Letak
Fungsi
a)
Epidermis
atau eksodermis
Bagian terluar akar.
Jalan masuk air dan garam
mineral.
b)
Korteks
Daerah di sebelah
dalam epidermis
Cadangan makanan.
c)
Endodermis
Lapisan sebelah
dalam korteks dan
di luar perisikel
Mengatur masuknya air
tanah ke dalam pembuluh.
Menyimpan zat makanan.
d)
Perisikel
Sebelah dalam lapisan
endodermis.
Membentuk cabang akar
dan kambium gabus.
e)
Xylem
Bagian tengah akar.
Mengangkut air dan garam
mineral dari tanah menuju
daun.
f)
Floem
Di antara jari-jari
yang dibentuk oleh
xilem.
Mengangkut zat makanan
yang dibuat daun menuju ke
seluruh bagian tumbuhan.
g)
Empulur
Bagian tengah.
Di antara bangunan
bentuk bintang di
dalam xilem.
Menyimpan makanan
cadangan.

Batang dikotil

Jaringan
Letak
Fungsi
a)
Epidermis
Bagian terluar batang
Zat kitin pada batangmelindungi agar tidakkehilangan air terlampaubanyak.
b)
Korteks
Di antara lapisan
endodermis.
– Sel-sel kolenkimsebagai jaringan
penunjang.
– Sel-sel parenkimsebagai jaringandasar, pengisi, danpenyimpan zat.
c)
Stele
-perisikel
– Sebelah dalam lapisan
endodermis.
– Menyelubungi
berkas pembuluh
batang.
Memberi kekuatanpada batang.

-berkas pembuluh
– Bagian dalam
perisikel.
Pengangkutan zat.
1)      Floem
– Bagian luar berkas
pembuluh
atau di bagian luar
kambium.
Mengangkut zatmakanan yang dibuat
di daun menuju keseluruh tubuh.
2)      Xylem
Bagian dalam berkas
pembuluh atau di
bagian dalam
kambium.
Menyalurkan air dangaram mineral dari
akar ke daun.
3)      kambium
Di antara berkas
pembuluh xilem dan
floem.
Ke dalam membentukjaringan xilem dan keluar membentukjaringan floem.

Ciri-ciri tumbuhan berkeping dua adalah sebagai berikut:
- Ciri utama tumbuhan berkeping biji dua atau tumbuhan dikotil adalah mremiliki dua daun lembaga ( dua kotiledon ).     
- Batang pada umumnya bercabang.  
- Daun memiliki pertulangan menjari atau menyirip. 
- Jaringan pembuluh xilem dan floem pada batang dan akar tersusun dalam lingkaran dan memiliki cambium, sehingga batang dan akar dapat tumbuh membesar. 
- Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 4 atau 5, bentuk beraturan dengan warna mencolok.    
- Memiliki sistem akar tunggang.       

Struktur Jaringan Penyusun Daun Dicotyledoneae
Bentuk daun Dicotyledoneae bermacam-macam,bertangkai daun, dan urat daunnya menyirip atau menjari.

Jaringan
Letak
Fungsi
Ciri-ciri
a)
Epidermis
Menyusun lapisan permukaan atas dan
bawah daun
– Melindungi lapisan sel di
bagian dalam dari kekeringan.
– Menjaga bentuk daun agar tetap.
Terdiri dari satu lapis sel kecuali
tanaman Ficus (tanaman karet
b)
Kutikula
Melapisi permukaan
atas dan bawah daun.
Zat kutin pada kutikula
mencegah penguapan air
melalui permukaan daun
Penebalan dari zat kutin
c)
Stomata
Melapisi permukaan
atas dan bawah daun.
– Sebagai jalan masuk dan
keluarnya udara.
– Sel penjaga sebagai pengatur membuka dan
menutupnya stomata.
Mulut daun pada epidermis
dengan dua sel penutup
d)
Rambut dan kelenjar
Permukaan atas dan
bawah daun.
Alat pengeluaran.
Alat tambahan pada epidermis.
e)
Mesofil
Di antara lapisan epidermis
atas dan bawah.
Tempat berlangsungnya
fotosintesis.
– Terdiri dari sel parenkim, banyak ruang antarsel.
– Kebanyakan berdiferensiasi
menjadi palisade (jaringan tiang) dan spons (jaringan
bunga karang).
– Sel-sel jaringan tiang berbentuk
silinder, tersusun rapat, dan mengandung klorofil.
– Sel-sel jaringan bunga karang
bentuknya tidak teratur, bercabang-
cabang dan berisi
kloroplas,susunannya renggang.
f)
Urat daun
Pada helai daun
Transportasi zat.
Menyirip atau menjari

Tumbuhan Monokotil
Tumbuhan monokotil memiliki ciri-ciri batang tidak bercabang, tidak berkambium, akar serabut, pertulangan daun sejajar dan mempunyai ikatan pembuluh koklea (Mukhtar, 1992). Tumbuhan monokotil tidak memiliki cabang, ikatan pembuluh tertutup, tidak berkambium, mempunyai akar serabut, biji berkeping satu, dan jumlah biji tiga atau berkelipatan tiga (Saktiyono, 1989).
Struktur jaringan penyusun akar tumbuhanMonocotyledoneae sebagai berikut.
a) Epidermis, korteks, dan perisikel memiliki struktur, lokasi, dan fungsi seperti pada akar tanaman Dicotyledoneae.
b) Fungsi xilem dan floem sama seperti pada tanaman Dicotyledoneae, tetapi letak keduanya saling berdekatan karena tidak memiliki kambium.
c) Empulur, terletak di bagian tengah serta dikelilingi xylem dan floem yang berselang-seling.
Batang monokotil

Jaringan
Letak
Fungsi
a)
Epidermis
Bagian terluar batang
Zat kitin pada batangmelindungi agar tidak kehilangan air terlampau banyak.
b)
Korteks
Di antara lapisan
endodermis.
– Sel-sel kolenkim sebagai jaringan
penunjang.
– Sel-sel parenkim sebagai jaringandasar, pengisi, dan penyimpan zat.
c)
Stele
-perisikel
– Sebelah dalam lapisan
endodermis.
– Menyelubungi
berkas pembuluh
batang.
Memberi kekuatan pada batang.

-berkas pembuluh
Tersebar pada meristem dasar dilindungi sarung berkas pengangkut
Pengangkutan zat.
1)      Floem

Mengangkut zatmakanan yang dibuat
di daun menuju keseluruh tubuh.
2)      Xylem

Menyalurkan air dangaram mineral dari
akar ke daun.

Struktur Jaringan Penyusun Daun Monocotyledoneae
Daun Monocotyledoneae berbentuk seperti pita danpada pangkalnya terdapat lembaran yang membungkusbatang, serta urat daunnya sejajar.


Jaringan
Letak
Fungsi
Ciri-ciri
a)
Epidermis dan kutikula
Lapisan permukaan atas
dan bawah daun.
– Melindungi lapisan sel di
bagian dalam dari kekeringan.
– Mencegah penguapan air
melalui permukaan daun
Terdiri dari satu sel dengan penebalan
dari zat kutin.
b)
Stomata
Berderet di antara urat
daun.
Sebagai jalan masuk dan
keluarnya udara.
Mulut daun dengan dua sel penutup
c)
Mesofil
Pada cekungan di
antara urat daun.
Membuat zat makanan melalui
Fotosintesis
Tidak mengalami diferensiasi, bentuknya
seragam kecuali mesofil berkas
pengangkut lebih besar, kloroplasnya
lebih sedikit, dindingnya lebih tebal
d)
Urat daun
Pada helai daun.
Transportasi zat.
Sejajar.

Ø  Tumbuhan berkeping biji satu (Monocotyledonae)          
Ciri-ciri tumbuhan berkeping satu adalah sebagai berikut:
- Ciri utama tumbuhan berkeping satu (monokotil) adalah memiliki satu daun lembaga (satu kotiledon).      
- Umumnya herba/terna, namun beberapa berupa pohon          
- Batang bagian atas tidak bercabang atay bercabang sedikit, ruas-ruas batang jelas.
- Daun biasanya berpelepah berupa daun tunggal.       
- Memiliki tulang daun sejajar atau melengkung.         
- Jaringan pembuluh xilem dan floem pada batang dan akar tersusun tersebar dan tidak berkambium.          
- Bunga memiliki bagian-bagian dengan jumlah kelipatan 3, bentuk tidak beraturan dan warna tidak mencolok.  
- Memiliki sistem akar serabut. 



BAB III
METODELOGI  PENELITIAN
A.    ALAT DAN BAHAN
Alat
-          Mikroskop cahaya dan perlengkapannya
-          Kertas
-          Bolpoin atau pensil
-          Preparat jadi

B.     CARA KERJA
1.            Siapkan mikroskop dan aturlah diafragma, arahkan cermin menuju cahaya agar objek yang diamati dapat terlihat jelas.
2.            Ambil preparat jadi yang telah disediakan.
3.            Siapkan kertas dan bolpoin atau pensil untuk menggambarkan hasil pengamatan
4.            Letakkan preparat jadi di atas meja mikroskop
5.            Amati pada perbesaran kecil terlebih dahulu, lalu diperbesar lagi dengan perlahan sampai objek terlihat.
6.            Gambarlah hasil pengamatan tersebut.


C.    WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan pada hari kamis, 29 september 2011 selama pelajaran biologi yang memerlukan waktu 2 `× 45 menit di ruang laboratorium biologi. Mulai dari menyiapkan peralatan, lalu melakukan pengamatan dan menggambar hasil pengamatan.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    HASIL PRAKTIKUM
Gambar struktur anatomi akar
Akar dikotil
Akar monokotil
Gambar struktur anatomi batang
Batang dikotil
Batang monokotil
Gambar struktur anatomi daun
Daun dikotil
Daun monokotil


B.     PEMBAHASAN
STRUKTUR AKAR
Secara umum Jaringan yang dapat dilihat baik dikotil maupun monokotil yaitu :
-          Epidermis
Sel berbentuk persegi atau pipih memanjang tersusun atas selapis sel-sel rapat, tidak memiliki ruang antarsel, dinding-dinding selnya tidak rata. Dinding sel di sebelah luar lebih tebal daripada sebelah dalam.
-          Korteks
Korteks akar menempati sebagian besar akar. Terdiri beberapa lapis, sel di dalam korteks terdapat ruang antar sel yang memanjang sepanjang akar. Di dalam korteks terdapat jaringan parenkim,kolenkim, dan skelerenkim.
-          Endodermis
Lapisan sel ini terlihat seperti lingkaran yang memisahkan korteks dan stele. Dinding selnya tebal.
-          Stele
Terdiri dari berbagai macam jaringan :           
- Persikel/Perikambium          
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.         
- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis      
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.   
- Empulur       
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.
PERBEDAANNYA
Kalau jaringan penyusun yang menyusun akar dikotil dan monokotil sama saja yaitu epidermis di bagian terluar, korteks yang tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim dan skelerenkim. Tapi, dari segi bentuk dan letak jaringan akar tumbuhan dikotil sedikit berbeda dengan monokotil. Yaitu pada lapisan stele. Pada akar dikotil di dalam perisikel terdapat cambium yang membatasi antara pembuluh xylem dan floem. Sel-sel cambium membentuk gambar bintang yang di dalamnya terdapat floem dan di tengahnya empulur. Di luar gambar bintang terdapat  xylem. Ukuran xylem maupun floem lebih besar dibanding sel-sel di sekitarnya. Sedangkan pada akar monokotil tidak terdapat cambium susunan berkas pengangkutnya berselang seling floem lalu xylem. Dan ditengah-tengahnya terdapat empulur.
STRUKTUR BATANG
Secara umum jaringan penyusun batang baik dikotil dan monokotil yang dapat dilihat :
-          Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
-          Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
-          Stele
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.           
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.
PERBEDAANYA
Batang dikotil
Batang monokotil
Disebelah dalam epidermis terdapat korteks dan stele
Disebelah dalam epidermis terdapat meristem dasar yang pembagiannya belum begitu jelas
Berkas pembuluh terletak di bagian dalam perisikel, memiliki kambium
Berkas pembuluh tersebar pada meristem dasar, dilindungi sarung berkas pengangkut, tidak memiliki kambium
Pada batang dikotil muda terdapat tiga daerah yaitu epidermis, korteks dan stele.Epidermis terdiri dari selapis sel dan merupakan bagian terluar batang. Pada epidermis terdapat stoma dan beragam tipe trikoma. Dinding luar menebal dan mengalami kutinisasi. Sel-sel epidermis rapat dan tidak memiliki ruang antara sel. Epidermis berperan dalam mencegah transpirasi dan melindungi jaringan dalam dari kerusakan mekanis dan penyakit.
Daerah di sebelah dalam epidermis adalah korteks, dan pada bagian dalam korteks dibatasi oleh perisikel. Korteks terbagi menjadi dua daerah yaiatu daerah kolenkim dan daerah parenkim. Kolenkim menempati posisi di bawah epidermis, dan parenkim di sebelah dalam kolenkim. Stele terdiri atas perisikel, berkas vaskuler dan empulur. Berkas vaskuler tersusun melingkar. Masing-masing berkas terdiri atas xilem, kambium dan floem.
Pada bagian tengah batang dikotil tersusun atas jaringan parenkim yang memiliki ruang antar sel dan disebut empulur.
Batang monokotil sama dengan batang dikotil, memiliki epidermis, korteks dan stele. Korteks bisa berkembang baik atau tidak nyata. Struktur dan susunan berkas vaskuler terutama yang membedakan batang dikotil dan monokotil. Berkas vaskuler tersebar, termasuk juga pada empulur sehingga tidak ada batas yang jelas antara korteks dan empulur.
Berkas vaskuler monokotil tidak memiliki kambium, sehingga tidak mengalami penebalan sekunder. Masing-masing berkas vaskuler diselubungi selubung berkas pengangkut yang tersusun dari jaringan sklerenkim.
Pada batang terlihat perbedaan yang sangat mencolok baik susunan bentuk maupun letak. Pada batang dikotil terlihat dengan jelas bagian epidermis, batas korteks dan stele serta terdapat kambium. Dan xylem terletak disebelah dalam kambium dan floem sebelah luar cambium (kolateral terbuka).Sedangkan pada batang monokotil  batas korteks dan stele tidak dapat dilihat dengan jelas serta tidak memiliki cambium. Karena ukuran sel-selnya hampir sama dan susunan  xylem berdampingan dengan floem (berselang-seling) dengan letaknya tersebar di dalam korteks (kolateral tertutup).
STRUKTUR DAUN
Secara umum Jaringan penyusun daun yang dapat dilihat :
-          Epidermis
Jaringan epidermis dibedakan menjadi epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis atas dan epidermis bawah terdiri atas selapis sel, hanya pada epidermis bawah terdapat stomata, yang berfungsi sebagai tempat pertukaran udara. Permukaan epidermis sering dilapisi oleh kultikula atau rambut halus (pilus), untuk melindungi daun dari serangga pemangsa, spora jamur atau tetesan air hujan.jadi epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya.  
-          Mesofil
Mesofil merupakan jaringan pada daun Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakandaun Dicotyledoneae, mesofil terdiferensiasi menjadiparenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons(jaringan bunga karang). Sel-sel palisade bentuknyamemanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim spons bentuknya tidak teratur,bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dantersusun renggang.
  Jaringan Palisade atau jaringan tiang, adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis. oleh karena itu, bagian ini banyak mengandung kloroplas.
  Jaringan spons atau jaringan bunga karang. Jaringan ini terdiri dari sel yang berlapis-lapis, terdapat rongga-rongga udara, sedikit mengandung kloroplas, dan berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
-          Berkas pengangkut
Berkas pembuluh angkut, yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). Sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh.
PERBEDAANNYA
Pada tumbuhan dikotil, di bawah epidermis terdapat sel-sel parenkim, sel-sel parenkim tersebut membentuk jaringan parenkim palisade dan jaringan spons. Jarinan parenkim palisade merupakan jaringan parenkim pada daun yang mempunyai banyak kloroplas, sehinnga pada jaringan ini terjadi proses fotosintesis. Selnya berbentuk memanjang atau lonjong dan tersusun rapat. Jaringan spon juga terdapat kloroplas namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan kloroplas dalam parenkim palisade. Di dalam jaringan spons atau bunga karang terdapat pembuluh pengangkut. Bentuknya tidak teratur dan susunannya agak renggang terdapat ruang antarsel. Pada tumbuhan monokotil, tidak terdapat jaringan parenkim palisade. Yang ada hanya jaringan bunga karang. Tetapi saya tidak dapat melihat dengan jelas jaringan bunga karang tersebut saya hanya melihat titik-titik halus. Seperti halnya tumbuhan dikotil, di dalam jaringan bunga karang terdapat pembuluh pengangkut. Berkas pengangkut dapat dilihat dengan jelas bentuknya bulat-bulat dan ukuran floem lebih kecil dibanding xilem.



BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.      Tumbuhan dikotil dan dikotil memiliki perbedaan baik secara morfologi maupun anatomi.
Secara morfologi
Monocotyl
Dicotyl
1) Akar tersusun dalam akar serabut yang kurang kokoh
1) Akar tersusun dalam akar tunggang yang kokoh
2) Akar dan batang tidak berkambium sehingga tidak dapat
mengadakan pertumbuhan melebar dan membesar yang
ada hanyalah pertumbuhan meninggi
2) Akar dan batang berkambium sehingga dapat
mengadakan pertumbuhan membesar dan melebar serta meninggi.
3) Batang tidak bercabang-cabang
3) Batang bercabang-cabang
4) Pertulangan daun sejajar atau melengkung
4) Pertulangan daun menyirip atau menjari
5) Biji yang berkecambah tetap utuh dan tidak membelah
(biji berkeping satu).
5) Biji yang berkecambah berbelah dua dan memperlihatkan
dua daun lembaga (biji berkeping dua).
6) Jumlah bagian-bagian bunga biasanya 3 atau
kelipatannya.
6) Jumlah bagian-bagian bunga 4, 5, atau kelipatannya.
7) Ujung akar lembaga dan pucuk lembaga dilindungi oleh
suatu sarung yang masing-masing disebut koleorhiza
dan koleoptil.
7) Ujung akar tidak diliputi oleh selaput pelindung
8) Berkas pembuluh angkut tidak teratur.
8) Berkas pembuluh
angkut teratur dalam lingkaran/cincin.

Secara anatomi
Pembeda
Dikotil
Monokotil
Akar







-  Pesisikel terdiri dari 1 lapisan sel
-  empulurnya sempit
-  Mempunyai cambium
-  JLetak xilem dan floem di luar (dengan cambium sebagai pembatas) 


-    
-  Perisikel terdiri dari beberapa lapisan sel
-  Punya empulur yang luas sebagai pusat akar
-  Tidak ada kambium
-  Letak xilem dan floem
berselang-seling






Bartang







-   Pembuluh angkut teratur

-   Memiliki ikatan kolateral terbuka
-   Mempunyai kambium
-   Empulur dapat di bedakan di daerah korteks
-   Ada kambium di antara xilem dan floem
-  Epidermis terdiri dari satu lapis sel
-  Batas antara korteks dan stele jelas
-  Berkas pembuluh teratur dan dibatasi oleh cambium dan bertipe kolateral terbuka

-  Pembuluh angkut (xilem-floem) tersebar
-  Memiliki ikatan kolateral tertutup
-   Tidak Mempunyai kambium
-   Empulur tidak dapat di bedakan di daerah korteks
-   Tidak Ada kambium di antara xilem dan floem
-  Epidermis terdiri dari satu  lapis sel
-  Batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas
-  Pada stele terdapat   ikatan  pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup











Daun




-   Memiliki parenkim palisade
-   Bersifat dorsiventral,memiliki permukaan atas (adixial) dan bawaah (abaxial) Yang berbeda secara morfologis 
-   Epidermis atas terdiri dari satu lapisan sel ,berbentuk persegi yang dinding terluarnya di lapisi oleh kutikula
-   Mesofil palisade terletak persis di bawah epidermis atas dan terdiri dari satu atau lebih lapisan yan sempit.
-   Masing-masing sel terdiri dari banyak
 kloroplas
-   Memiliki jaringan bunga karang yang bentuknya tidak teratur

-  Tidak Memiliki parenkim palisade
-  Epidermis bawah serupa dalam strukur epedermia atas,tetapi memiliki banyak stomata.
-  Tiap pori stomata kea rah ruang antar sel besar yang di sebut ruang substomata atau cavity.
-  System vascular,potongan kearah daerah mirib Menunjukan bentuk .
-  Memiliki jaringan bunga karang yang bentuknya tidak teratur.


2.      Jaringan penyusun tumbuhan monokotil dan dikotil yang berbeda ,menyebabkan teradinya perbedaan fisik antara tumbuhan dikotil dengan tumbuhan monokotil.


B.     SARAN
1.      Waktu dalam percobaan ini sebaiknya lebih dimanfaatkan lagi.
2.      Lebih banyak membaca dan mengambil referensi dari sumber-sumber lain seperti buku, internet dan lain sebagainya. Agar lebih memahami mengenai struktur jaringan baik tumbuhan dikotil maupun monokotil.
3.      Lebih serius dan sungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan praktikum. Agar dapat lebih paham dan mengerti mengenai materi jaringan tumbuhan serta hasil pengamatan bisa didapat dengan baik, maksimal dan akurat.
4.      Sebaiknya membuat preparat sendiri agar siswa terampil dan mahir dan dapat melihat dan mengetahui jaringan tumbuhan yang sesungguhnya.
Poskan Komentar